Struktur Tarif Angkutan Penyeberangan Tertinggal 83 Persen Akibat Rupiah Melemah
>>> Muhammad Rafdi Marajabessy Pilih Jadi Kuli Bangunan Meski Anak Wakil Wali Kota Tidore
Namun, angka ketertinggalan tersebut semakin melebar seiring kurs rupiah yang melampaui Rp18.000 per dolar AS serta kenaikan konstan pada berbagai komponen pengeluaran pelayaran lainnya.
"Berdasarkan perhitungan Gapasdap, ketertinggalan tarif saat ini bahkan mencapai sekitar 83% dari kebutuhan biaya," ujar Khoiri.
Khoiri Soetomo mengingatkan bahwa ketidakseimbangan finansial ini tidak sekadar merusak kesehatan keuangan perusahaan operator.
Dampak lebih luasnya berpotensi mengganggu kemampuan maskapai dalam menjaga standar keselamatan dan kenyamanan pelayaran yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
Aspek keselamatan pelayaran membutuhkan pendanaan yang berkelanjutan guna membiayai pemeliharaan armada secara rutin, penggantian suku cadang berkala, proses pengedokan, hingga pemenuhan regulasi operasional yang ketat.
"Keselamatan dan kenyamanan membutuhkan biaya yang memadai.
Sulit bagi perusahaan untuk memenuhi seluruh standar keselamatan apabila struktur tarif yang berlaku masih tertinggal jauh dari kenaikan biaya operasional," katanya.
Melihat situasi tersebut, Gapasdap mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi dan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan supaya selaras dengan kondisi riil di lapangan.
Langkah ini dipandang krusial demi kelangsungan bisnis sekaligus menjamin mutu pelayanan transportasi penyeberangan tetap aman.
Khoiri Soetomo menegaskan, jika kebijakan penyesuaian tarif tidak segera diambil, beban industri penyeberangan dipastikan akan semakin berat di tengah fluktuasi kurs mata uang dan tingginya harga energi global.
>>> DJP Temukan 93 Ribu Wajib Pajak Indikasi Penghindaran Pajak Berkedok UMKM
"Pada akhirnya, kemampuan perusahaan dalam menjaga standar keselamatan, kenyamanan, dan kesinambungan pelayanan kepada masyarakat akan semakin tertekan," ujarnya.
Update Terbaru
Survei Adidaya Institute: 68,2% Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran
Rabu / 10-06-2026, 17:00 WIB
4 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Inverter Terlaris 2026, Cepat Dingin dan Hemat Listrik
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Thomas Tuchel Bantah Status Inggris Sebagai Favorit Piala Dunia 2026
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Dinilai Positif bagi APBN
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Jadwal Imunisasi Influenza Anak untuk Cegah Komplikasi Serius
Rabu / 10-06-2026, 16:56 WIB
Hongqi G919: SUV Off-Road China dengan Tiga Diff Lock dan Tenaga 831 HP
Rabu / 10-06-2026, 16:55 WIB
Menkes Siapkan Ahli Gizi Dukung Langkah Baru Badan Gizi Nasional
Rabu / 10-06-2026, 16:55 WIB
Steven Spielberg Rilis Film Disclosure Day Bertema Alien
Rabu / 10-06-2026, 16:55 WIB
Harga Minyak Dunia Melemah Dipicu Kekhawatiran Suku Bunga AS
Rabu / 10-06-2026, 16:53 WIB
Hati-Hati, Makanan Ini Ternyata Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Mulut
Rabu / 10-06-2026, 16:53 WIB
AS Masukkan BYD dan Perusahaan China ke Daftar Hitam Militer
Rabu / 10-06-2026, 16:52 WIB
Samsung Suntik Dana 175 Juta Dolar AS ke Element Biosciences
Rabu / 10-06-2026, 16:52 WIB
AS Masukkan BYD dan Perusahaan China ke Daftar Hitam karena Tuduhan Dukung Militer
Rabu / 10-06-2026, 16:52 WIB






