Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai potensi kenaikan harga berbagai layanan, termasuk paket internet.

Kekhawatiran ini muncul karena industri telekomunikasi masih bergantung pada perangkat jaringan, teknologi, dan investasi infrastruktur yang sebagian besar menggunakan komponen impor dan bertransaksi dalam dolar AS.

>>> Mitsubishi Ingin Hidupkan Lagi Lancer Evolution, Tapi Butuh Waktu

Namun, tiga operator seluler besar di Indonesia—Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan XLSmart—kompak menyatakan bahwa pelemahan rupiah saat ini belum menjadi alasan untuk menyesuaikan harga layanan kepada pelanggan.

Mereka menilai dampak fluktuasi nilai tukar masih dapat dikelola karena sebagian besar bisnis berjalan dalam mata uang rupiah.

Indosat: Struktur Keuangan Didominasi Rupiah

Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan ekonomi makro, termasuk pergerakan kurs rupiah, sebagai bagian dari pengelolaan bisnis yang prudent dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa struktur keuangan perusahaan dikelola secara disiplin dengan mayoritas pendapatan dan biaya operasional dalam rupiah, sehingga fluktuasi nilai tukar dapat dikelola dengan baik dan tidak langsung berdampak pada kebijakan harga layanan.

Dengan demikian, meskipun rupiah melemah, Indosat menilai kondisi tersebut belum memberikan dampak langsung terhadap harga paket internet maupun layanan digital yang ditawarkan.

XLSmart: Tekanan Masih Terkelola

XLSmart mengakui bahwa pelemahan rupiah memberikan tekanan pada industri telekomunikasi, terutama untuk kebutuhan investasi jaringan yang masih bergantung pada komponen impor.

Group Head Corporate Communications & Sustainability XLSmart, Reza Mirza, menyatakan bahwa tekanan tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikelola.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar biaya operasional XLSmart menggunakan rupiah dan seluruh pinjaman perusahaan saat ini juga berdenominasi rupiah.