>>> Karyawan Rockstar Games Perjuangkan Pengakuan Serikat Pekerja Sebelum Rilis GTA VI

Untuk menjaga harga layanan tetap kompetitif, XLSmart mengandalkan berbagai langkah efisiensi internal, seperti integrasi dan efisiensi jaringan, disiplin dalam pengelolaan investasi, serta kolaborasi dengan mitra dan vendor.

Struktur pembiayaan yang seluruhnya dalam rupiah turut membantu meminimalkan risiko langsung dari fluktuasi nilai tukar.

Telkomsel: Fundamental Bisnis Sehat

VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merupakan faktor eksternal yang perlu dikelola, mengingat sebagian kebutuhan seperti pengadaan perangkat jaringan masih memiliki komponen berbasis valuta asing.

Namun, ia menilai industri telekomunikasi relatif lebih resilien karena didukung oleh permintaan layanan digital yang terus tumbuh dan bersifat kebutuhan utama bagi masyarakat.

Telkomsel telah mengantisipasi kondisi tersebut melalui perencanaan keuangan yang prudent, optimalisasi biaya, serta pengelolaan investasi yang selektif dan terarah.

Perusahaan juga terus mendorong efisiensi operasional dan memperkuat kualitas layanan agar tetap relevan dan bernilai bagi pelanggan.

Fahmi menambahkan bahwa fundamental bisnis Telkomsel masih sehat, tercermin dari kinerja yang solid sepanjang 2025 dengan profitabilitas terjaga dan tren perbaikan pada paruh kedua tahun.

>>> Elon Musk Bantu Distribusi Global Film yang Disensor di Jerman

Ke depan, Telkomsel akan fokus pada penguatan layanan broadband, pengembangan ekosistem digital, dan pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika eksternal.