Karyawan dan desainer video game di Rockstar Games tengah berupaya mendapatkan pengakuan resmi serikat pekerja.

Mereka bekerja sama dengan IWGB Game Workers Union untuk mencapai tujuan ini sebelum perilisan Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan pada November 2025.

>>> Elon Musk Bantu Distribusi Global Film yang Disensor di Jerman

GTA VI diproyeksikan menjadi salah satu video game paling sukses dalam sejarah.

Saat pra-pemesanan dibuka pekan lalu, game tersebut dilaporkan mengumpulkan penjualan sebesar $3 miliar atau sekitar £2,27 miliar.

Inisiatif ini dapat menjadikan Rockstar sebagai studio video game kedua di Inggris yang memiliki serikat pekerja yang diakui.

Sebelumnya, studio ZA/UM menjadi yang pertama pada Oktober 2025.

Jika rencana ini terwujud, staf akan memiliki jalur formal untuk melakukan perundingan bersama dengan manajemen perusahaan.

Perwakilan serikat pekerja dan anggota aktif juga akan mendapatkan perlindungan tempat kerja yang lebih kuat dan hak hukum yang lebih baik.

Latar Belakang Pemecatan dan Tuduhan Union Busting

Dorongan untuk membentuk serikat pekerja ini muncul setelah tuduhan "union busting" terhadap Rockstar tahun lalu. Tuduhan tersebut muncul setelah perusahaan memecat 31 anggota serikat pekerja pada Oktober.

IWGB saat ini menggugat pemecatan tersebut melalui pengadilan hubungan industrial.

Sidang hukum final dijadwalkan dimulai pada September untuk menentukan apakah karyawan dipecat secara tidak sah karena aktivitas serikat pekerja mereka.

Rockstar sebelumnya menyatakan bahwa pekerja yang dipecat telah membagikan data kepemilikan. Perusahaan mengklaim fitur game rahasia diungkapkan di forum publik.

Jordan Garland, mantan karyawan yang dipecat setelah 11 tahun bekerja, menyampaikan pandangannya.

"Kami berharap Rockstar secara sukarela mengakui serikat pekerja; kami mengundang Rockstar untuk bertemu dan menjadikannya perayaan bagi orang-orang yang membuat game ini mungkin," ujarnya.