PT Intiland Development Tbk (DILD) membidik target marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada tahun 2026.

Angka ini naik sekitar 21,1 persen dari perolehan tahun lalu yang mencapai Rp1,61 triliun.

>>> Optimisme Ekonomi Masyarakat Meningkat Didorong Faktor Ketersediaan Lapangan Kerja

Target tersebut ditetapkan dengan melihat kondisi pasar yang bergerak selektif. Namun, segmen kawasan industri dan perumahan dinilai masih memiliki potensi pertumbuhan besar.

Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono mengatakan perseroan memilih langkah konservatif dengan memaksimalkan proyek yang sedang berjalan. "Pengembangan baru tetap kami siapkan, tetapi pelaksanaannya akan sangat selektif," ujarnya.

Strategi pemasaran akan berfokus pada penguatan segmen perumahan, optimalisasi proyek eksisting, penjualan stok siap jual, serta kawasan industri.

Sejumlah proyek baru disiapkan, seperti pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur dan peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II/2026.

>>> Imigrasi AS Deportasi Wasit Piala Dunia Asal Somalia, FIFA Belum Bersikap

Selain mengejar target penjualan, Intiland menempatkan penurunan utang sebagai prioritas utama.

Sepanjang 2025, perseroan memangkas total utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun melalui restrukturisasi, penjualan aset noninti, dan percepatan pelunasan.

Pada kuartal I/2026, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp619,8 miliar, terkoreksi 3,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Pendapatan disokong segmen pengembangan Rp387,1 miliar dan recurring income Rp232,6 miliar.

>>> Ducati Luncurkan Desmo450 EDS, Motor Enduro Modern Pertama

Rincian kontributor pendapatan lainnya berasal dari kawasan industri Rp227,4 miliar (36,7 persen), perumahan Rp121,9 miliar (19,7 persen), dan high-rise residential Rp37,9 miliar (6,1 persen).