Keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan menunjukkan tren positif yang signifikan.

Penguatan ini bersumber dari pandangan masyarakat yang semakin optimistis terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan serta perkembangan aktivitas dunia usaha.

>>> Imigrasi AS Deportasi Wasit Piala Dunia Asal Somalia, FIFA Belum Bersikap

Data dari survei menunjukkan bahwa indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja merangkak naik menjadi 128,1 dari capaian bulan sebelumnya yang berada di angka 127,7.

Sejalan dengan hal itu, proyeksi terhadap aktivitas dunia usaha juga menguat menuju level 124,5 dari posisi terdahulu sebesar 124,1.

Meskipun demikian, terdapat sedikit penyesuaian pada perkiraan pendapatan masyarakat untuk enam bulan mendatang.

Indeks ekspektasi penghasilan tercatat pada level 136,5, sedikit melandai jika dibandingkan dengan bulan April 2026 yang sempat menyentuh angka 136,9, meski posisinya masih berada di zona optimistis.

Optimisme Tersebar di Berbagai Daerah

Secara kewilayahan, perbaikan ekspektasi ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Kota Bandung, Manado, dan Bandar Lampung menjadi wilayah yang mencatatkan lonjakan optimisme paling tinggi, sedangkan penurunan optimisme terpantau terjadi di Pontianak, Mataram, dan Banjarmasin.

Bila ditinjau berdasarkan segmen pengeluaran bulanan, sikap optimistis mengenai pendapatan masa depan merata di seluruh kategori responden.

Kelompok masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan menempati posisi tertinggi dengan perolehan indeks mencapai 138,2.

>>> Ducati Luncurkan Desmo450 EDS, Motor Enduro Modern Pertama

Dari aspek demografi usia, peningkatan ekspektasi pendapatan didominasi oleh kelompok produktif.

Kelompok usia 20–30 tahun memimpin dengan indeks 142,6, diikuti oleh kelompok usia 31–40 tahun pada angka 140,4, serta masyarakat berumur 41–50 tahun yang mengantongi indeks sebesar 135,9.