Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyediaan obat generik dengan harga murah yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat dalam waktu satu tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan RSUD KH M Thohir di Krui, Pesisir Barat, Lampung, pada Rabu (10/6/2026).

>>> Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Telur Ayam Ras Rp26.500 Per Kilogram

"Kita akan usahakan obat kepada rakyat semurah-murahnya. Dalam setahun ini saya harap kita bisa berikan obat generik yang murah kepada rakyat," tegas Prabowo.

Komitmen ini menjadi angin segar di tengah risiko lonjakan harga obat akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp 18.000 per dolar AS.

Pemberantasan Korupsi di Sektor Kesehatan

Kepala Negara juga menekankan pentingnya pemberantasan praktik korupsi di fasilitas kesehatan.

"Saya juga berpesan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi pada pelayanan terhadap rakyat," ujar Prabowo.

Ia berharap RSUD yang baru diresmikan mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi warga.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Jaga Stabilitas Neraca Keuangan Pertamina

Tekanan pada Industri Farmasi

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan obat mulai mengeluhkan kenaikan harga bahan baku sejak Senin (8/6/2026).

"Kami sudah menerima beberapa masukan dari beberapa perusahaan obat bahwa bahan bakunya mereka ada yang naik," kata Budi.

Kemenkes menilai pelemahan kurs tidak serta-merta membuat harga obat melonjak dalam persentase yang sama.

Perhitungan komprehensif tengah dilakukan bersama asosiasi industri untuk mengukur dampak riil dinamika nilai tukar.

Menurut Budi, komponen harga obat selain bahan baku juga mencakup biaya distribusi dan pemasaran yang menggunakan rupiah.

>>> Anthony Guidera, Aktor The Godfather Part III, Meninggal di Usia 65 Tahun

Simulasi menunjukkan jika dolar menguat 20 persen, kenaikan harga obat di pasar akan jauh lebih rendah karena faktor domestik tersebut.