Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Jaga Stabilitas Neraca Keuangan Pertamina
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Series dinilai sebagai strategi untuk menjaga stabilitas neraca keuangan PT Pertamina (Persero) di tengah tekanan global.
Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hadi Ismoyo, menilai aksi korporasi ini wajar dilakukan.
>>> Anthony Guidera, Aktor The Godfather Part III, Meninggal di Usia 65 Tahun
Hal ini mengingat lonjakan beban biaya yang harus ditanggung perusahaan pelat merah tersebut.
Menurutnya, jika harga tidak segera disesuaikan, Pertamina berisiko menanggung beban yang sangat besar akibat selisih harga pasar minyak mentah dunia.
"Maka wajar Pertamina membuat corporate action untuk menaikkan Pertamax agar neraca keuangannya tidak berdarah-darah.
Asumsi kenaikan rata-rata Rp 4.500 dan konsumsi Pertamax 12 juta kiloliter per tahun, artinya ada dana talangan yang harus disiapkan Rp 54 triliun," ujarnya kepada Kontan.
co. id, Rabu (10/6/2026).
Menurut Hadi, tanpa adanya arahan yang jelas dari otoritas APBN bahwa beban tersebut akan diserap oleh negara, kenaikan harga jual ke konsumen merupakan pilihan yang paling realistis.
Tantangan Ganda Harga Minyak dan Nilai Tukar
Hadi menjelaskan bahwa penentuan harga BBM nonsubsidi saat ini menghadapi tantangan ganda dari sisi harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing yang fluktuatif.
Ia mencatat adanya kenaikan harga minyak mentah global yang signifikan dibandingkan asumsi awal tahun, ditambah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Situasi ini secara otomatis mempersempit ruang fiskal pemerintah sehingga opsi untuk menambah pagu subsidi menjadi sangat sulit dilakukan saat ini.
>>> Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk 2027
"Untuk BBM Non Subsidi, pengaruhnya sangat langsung, fluktuatif kenaikan saat ini sekitar 30% sampai 50% dari WP&B Nasional sekitar US$ 70 menjadi kisaran dari US$ 90 - US$ 115 per barel.
Update Terbaru
Kurs Rupiah 10 Juni 2026 Menguat ke Rp 17.947 per Dolar AS
Rabu / 10-06-2026, 14:48 WIB
Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi per 10 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 14:48 WIB
Pramono Anung Optimistis Kenaikan BBM Dorong Peralihan ke Transportasi Umum
Rabu / 10-06-2026, 14:45 WIB
Kewajiban Neto Investasi Internasional Indonesia Turun Jadi US$ 227,6 Miliar
Rabu / 10-06-2026, 14:45 WIB
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen
Rabu / 10-06-2026, 14:45 WIB
Fungsi Factory Reset HP dan Waktu Tepat Melakukannya
Rabu / 10-06-2026, 14:44 WIB
China Siapkan Rp5.293 Triliun Bangun Pusat Data AI Global
Rabu / 10-06-2026, 14:44 WIB
KABAR DUKA! Kim Yoon Seol Kontestan Sing Again 4 pada 7 Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 14:44 WIB
Persib Bandung Terancam Kehilangan Banyak Pemain Usai Juara
Rabu / 10-06-2026, 14:44 WIB
Gunung Bromo Diselimuti 'Salju', Suhu Ekstrem Tembus 2 Derajat Celcius
Rabu / 10-06-2026, 14:40 WIB
Matheo In Rio Rilis Lagu 'Karena Kau Wanita' untuk Perempuan
Rabu / 10-06-2026, 14:40 WIB
Karel Mainaky Proyeksikan Tiga Ganda Putri ke Olimpiade 2028
Rabu / 10-06-2026, 14:40 WIB
Sony Sanjaya Kantongi 20 Nama Diduga Terlibat Korupsi Makan Bergizi Gratis
Rabu / 10-06-2026, 14:35 WIB
Molindo Alokasikan Capex Rp350 Miliar untuk Ekspansi Etanol
Rabu / 10-06-2026, 14:35 WIB






