Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk menghadapi dinamika ekonomi dunia yang fluktuatif.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sembilan kebijakan fiskal yang responsif dan antisipatif dalam memitigasi ketidakpastian global.

>>> Pilih Waktu Jalan Kaki yang Tepat untuk Kebugaran Tubuh

Hal itu disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/6/2026).

"Pemerintah bersama otoritas terkait akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat koordinasi kebijakan, dan meningkatkan kepercayaan pasar," kata Purbaya.

Ia menambahkan, langkah tersebut diharapkan mengembalikan fungsi pasar domestik sebagai penopang pembiayaan ekonomi nasional dan instrumen investasi yang menguntungkan.

Sembilan Poin Kebijakan Strategis

Pertama, menjaga stabilisasi harga BBM subsidi. Kedua dan ketiga, stabilitas harga pangan, pemeliharaan pasokan energi, serta pemastian stok beras di level aman.

Keempat, menjaga disiplin fiskal melalui pengendalian defisit anggaran di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

>>> Yandex Luncurkan Solusi AI untuk Operator Telekomunikasi Indonesia

Kelima, efisiensi dan refocusing belanja.

Keenam, optimalisasi pendapatan berbasis Sumber Daya Alam (SDA) serta pengaturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan perbaikan tata kelola ekspor SDA strategis.

Ketujuh, stimulus ekonomi berupa diskon tiket, bantuan pangan, insentif perumahan, serta program magang dan vokasi untuk menjaga daya beli dan keberlanjutan usaha.

Kedelapan, perbaikan pola penyerapan belanja agar terealisasi lebih cepat dan merata. Kesembilan, memperkuat sinergi dan kolaborasi kebijakan untuk stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

>>> Bank Mandiri Salurkan KUR Rp30 Juta Tanpa Agunan Tambahan

"Kuatnya fundamental ekonomi domestik dan didukung kebijakan yang semakin sulit menjadi landasan yang kokoh untuk menyokong dinamika tahun 2027," pungkas Purbaya.