Perusahaan teknologi global Yandex meluncurkan solusi kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk industri telekomunikasi di Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan pada Rabu (10/6/2026) sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital.

>>> Bank Mandiri Salurkan KUR Rp30 Juta Tanpa Agunan Tambahan

Langkah ini diambil di tengah tingginya adopsi AI di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tingkat adopsi AI telah mencapai 92 persen.

Survei dari Kumparan juga mencatat bahwa 97 persen responden mengakui peran AI dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan tertinggi ada pada chatbot generasi baru, yakni mencapai 83 persen.

Posisi Strategis Operator Telekomunikasi

CEO of Yandex Search International, Alexander Popovskiy, menyatakan bahwa operator telekomunikasi berada pada posisi ideal untuk mendorong adopsi AI.

Mereka memiliki basis pengguna besar, merek tepercaya, dan infrastruktur yang matang.

Menurut Popovskiy, hal ini menjadi fondasi penting dalam meluncurkan produk AI berskala nasional.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia sudah siap untuk naik level dalam adopsi AI, baik untuk konsumen maupun perusahaan.

>>> Pemerintah Perpanjang Penyaluran Bantuan Beras 3 Bulan, CORE Usul Ubah Skema

Yandex menawarkan tiga model kolaborasi bagi operator telekomunikasi. Pertama, integrasi layanan ke produk Yandex.

Kedua, pengadopsian teknologi ke ekosistem internal. Ketiga, peluncuran produk mandiri dengan identitas merek operator sendiri.

Solusi ini ditargetkan untuk mempercepat pembuatan berbagai layanan berbasis AI. Contohnya adalah bantuan pelanggan bertenaga AI, asisten virtual, dan layanan mandiri seperti pengecekan saldo serta pengelolaan akun.

Popovskiy menekankan potensi besar operator telekomunikasi untuk memimpin gelombang perluasan adopsi AI di Indonesia.

Dengan jutaan pelanggan dan infrastruktur yang ada, manfaat nyata AI dapat dihadirkan tanpa perlu menunggu lebih lama.

Yandex menyatakan kesiapannya berbagi pengalaman dalam membangun kapasitas teknologi AI.

>>> Menteri UMKM Siapkan Mitigasi Dampak Pelemahan Rupiah untuk Perajin Tahu Tempe

Perusahaan ini telah mengembangkan keahlian tersebut selama bertahun-tahun dan siap membantu operator menciptakan layanan AI yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat.