PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) terus memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor non-pertambangan. Langkah ini diambil di tengah normalisasi harga batubara global yang menekan pendapatan konsolidasi.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Selasa (9/6/2026), perseroan menegaskan fokus pada transisi hijau dan penguatan ekosistem digital.

>>> Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026: Indonesia vs Australia 11 Juni

Pendapatan konsolidasi 2025 tercatat US$ 2,79 miliar, turun 7,5 persen.

Meski demikian, kontribusi segmen infrastruktur digital dan teknologi melonjak menjadi 7,6 persen terhadap total pendapatan.

Sektor ini mencatatkan kenaikan pendapatan 47 persen secara tahunan, didorong pertumbuhan pelanggan 102,9 persen menjadi 1,9 juta.

Ekspansi Digital dan Energi Terbarukan

DSSA juga merealisasikan program elektrifikasi alat tambang terbesar di Indonesia melalui PT Borneo Indobara.

Selain itu, perseroan meresmikan pabrik manufaktur sel dan modul surya berkapasitas 1 GW per tahun di Kendal.

>>> ASPIRASI Beri Tanggapan soal Pelantikan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden

Di sektor digital, DSSA menggabungkan PT Eka Mas Republik (MyRepublic) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) per 22 April 2026.

Presiden Direktur DSSA Krisnan Cahya menyatakan fokus perusahaan saat ini adalah mengakselerasi digitalisasi operasional. "Langkah transformatif ini menjadi pilar utama Perseroan dalam mendukung pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.

Manajemen menambahkan bahwa penerapan manajemen modal yang optimal terus dilakukan. Hal ini untuk memastikan seluruh rencana investasi strategis dapat terealisasi secara berkelanjutan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai strategi diversifikasi agresif ini menarik bagi prospek jangka panjang.

Namun, ia mengingatkan bahwa kedua segmen baru tersebut padat modal.

>>> Nenek Penjual Siomai di Sragen Viral Usai Temukan Dompet, Polisi Sebut Alami Gangguan Mental

"Kemampuan eksekusi proyek jadi kunci dan sinergi antar ekosistem bisnis juga penting," kata Nafan. Ia juga mewaspadai risiko kenaikan suku bunga acuan yang dapat menambah beban biaya modal.