Meta berhasil mendeteksi dan menghentikan serangan spyware baru yang menargetkan pengguna WhatsApp. Serangan ini diduga kuat melibatkan NSO Group, aktor asal Israel yang sebelumnya menciptakan spyware Pegasus.

Spyware adalah program berbahaya yang menyusup ke dalam gawai untuk mengambil data pribadi seperti lokasi, informasi login, dan pesan tanpa sepengetahuan pemilik.

>>> PT GLI Bantah Giorgio Antonio sebagai CEO Perusahaan

Dalam pernyataan resmi di Meta Newsroom, WhatsApp mengungkapkan bahwa mereka berhasil mendeteksi dan menghentikan upaya spear phishing yang terkait dengan NSO Group.

Pelaku menggunakan metode spear phishing untuk memanipulasi target agar menekan tautan manipulatif. Tautan eksternal yang dikirimkan melalui platform tersebut dirancang sebagai pintu masuk instalasi spyware ke ponsel korban.

Modus operandi ini memiliki kesamaan dengan skenario phishing satu klik yang sebelumnya pernah dihubungkan dengan jaringan NSO Group.

Meta juga mendeteksi sejumlah grup dan akun tiruan yang dibuat untuk menguji coba sistem serangan.

Seluruh akun dan kelompok obrolan artifisial yang terindikasi mendukung aktivitas ilegal kini telah diblokir permanen.

Namun, Meta tidak merinci lini masa insiden, jumlah akun yang disasar, atau kepastian adanya korban yang berhasil ditembus.

Keterlibatan NSO Group dalam memata-matai pengguna WhatsApp bukanlah yang pertama. Pada 2019, celah keamanan dimanfaatkan untuk menginjeksikan spyware Pegasus ke 1.400 akun global.

WhatsApp kemudian melayangkan tuntutan hukum ke pengadilan AS dan memenangkan putusan yang melarang NSO Group mengganggu sistem internal maupun pengguna WhatsApp.

>>> Lintasarta Luncurkan Intelligent Core untuk Percepat Adopsi AI di Indonesia

Kemunculan indikasi serangan baru ini direspons agresif oleh Meta. Perusahaan menuduh NSO Group telah melanggar putusan pengadilan AS.