Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak sekitar 3 persen hingga menembus level 5.900 pada perdagangan Rabu (10/6/2026).

Padahal, indeks sempat dibuka anjlok pada pembukaan perdagangan pagi hari yang sama.

>>> Jadwal Libur Sekolah Juni 2026 Berlangsung Selama Dua Minggu

Penguatan IHSG berjalan beriringan dengan pulihnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali ke posisi Rp 17.900 per Rabu pagi.

Kondisi pasar modal ini juga dipengaruhi oleh langkah PT Pertamina (Persero) yang menaikkan harga Pertamax dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter, serta Pertamax Green dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Kenaikan harga tersebut mulai berlaku efektif pada Rabu (10/6) dan direspons positif oleh pasar modal sebagai bentuk pengelolaan korporasi yang disiplin.

Sinyal Kedisiplinan Harga Energi

Investment Analyst Lead Stockbit Group, Edi Chandren, menilai kenaikan harga jual Pertamax memberikan sinyal kedisiplinan terkait harga energi.

>>> Ramalan Zodiak Hari Ini: Cancer, Leo, dan Virgo Alami Perubahan

Menurutnya, pulihnya nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan sentimen positif bagi IHSG pada perdagangan hari ini.

Sebelumnya, harga Pertamax dan Pertamax Green ditahan di kisaran Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per liter sejak awal Maret 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga minyak dunia akibat perang Iran.

Sementara itu, harga BBM penugasan dan subsidi seperti Pertalite dan Solar, serta produk non-subsidi lainnya tidak mengalami perubahan.

Secara regulasi, penyesuaian harga Pertamax tidak berdampak langsung pada postur APBN karena bukan termasuk kompensasi anggaran negara.

>>> Astrid Bersyukur Lagu Terpukau Kembali Viral di TikTok

Edi Chandren menambahkan, masih terdapat ketidakjelasan apakah kenaikan harga Pertamax memiliki hubungan langsung dengan APBN, namun tetap memberikan sinyal kedisiplinan harga energi.