Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan peran puluhan ribu kader Dasawisma di tingkat permukiman untuk memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh anak di era teknologi.

Langkah ini diambil untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam menyediakan ruang siber yang aman bagi anak, sebagaimana disampaikan dalam diskusi media bersama Google dan YouTube di Jakarta, Senin (8/6/2026).

>>> IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.838,20, Didorong Saham Big Cap

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat lebih efektif untuk memetakan dan menjawab tantangan orang tua.

Tantangan tersebut antara lain mengelola durasi layar anak serta menangani anak yang tantrum akibat gawai.

"Para orangtua harus tahu bahwa mereka butuh untuk bisa mengelola medsos yang sehat," ujar Dwi Oktavia.

Edukasi warga dilakukan melalui keterlibatan relawan akar rumput di tingkat RT dan RW, karena metode seminar atau kelas daring dinilai tidak menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara maksimal.

"Kita se-DKI ada 76.000 kader Dasawisma," ungkap Dwi Oktavia.

>>> Menjelang Piala Dunia 2026, Analisis Prediksi Tim Juara Mulai Mengemuka

Setiap kader Dasawisma memiliki binaan 20 hingga 30 keluarga, sehingga tidak ada tumpang tindih dalam pendampingan.

Para kader bertugas sebagai agen sosialisasi yang memberikan pendampingan langsung agar proses edukasi lebih dekat dan mudah dipahami.

Penyaluran pesan seputar pedoman mendampingi anak menggunakan gawai dilakukan secara rutin setiap pekan melalui aplikasi WhatsApp.

"Kader Dasawisma ini setiap minggu akan menerima broadcast dari Kantor Dinas PPAPP yang nanti beliau akan teruskan ke keluarga-keluarga binaannya," jelas Dwi Oktavia.

>>> Rupiah Menguat, Dolar AS Tertekan ke Rp17.926 pada 10 Juni 2026

Pemerintah daerah juga menyediakan platform PUSPA yang berisi informasi penting bagi orang tua tentang penggunaan platform digital yang sehat untuk anak.