PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu (10/6/2026) mulai pukul 14.00 WIB.

Rapat tersebut membahas sembilan mata acara penting, dengan salah satu agenda utama adalah persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025.

>>> FIFA Ubah Format Piala Dunia 2026: 48 Tim, 104 Laga, Tiga Negara

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) merilis estimasi mengenai potensi dividen emiten pertambangan BUMN tersebut.

BRIDS memproyeksikan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) Antam berpotensi mencapai 100% atau setara dengan Rp 299,98 per saham.

Perkiraan tersebut didasarkan pada perolehan laba bersih Antam sepanjang tahun buku 2025 yang mencatatkan angka Rp 7,21 triliun.

Jumlah laba tersebut menghasilkan nilai laba per saham atau earning per share (EPS) sebesar Rp 299,98, serta didukung oleh tren pembayaran dividen penuh selama dua tahun buku terakhir.

"Kepastian besaran dan jadwal keluar setelah RUPST," pungkas BRIDS mengingatkan.

>>> Fortune Indonesia Rights Issue Rp27,65 Triliun, Alih Bisnis ke Tambang

Pergerakan Saham ANTM

Di sisi lain, pergerakan saham ANTM di lantai bursa mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 13,83% ke level Rp 2.880 per saham pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Aktivitas perdagangan tersebut sekaligus mengakhiri tren koreksi yang terjadi selama dua hari bursa sebelumnya.

Volume perdagangan saham Antam tercatat mencapai 291,6 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 55.192 kali.

Secara keseluruhan, nilai transaksi saham emiten produsen emas ini membukukan angka sebesar Rp 808,73 miliar.

Mandiri Sekuritas merekomendasikan saham ANTM untuk perdagangan hari Rabu ini dengan menetapkan target harga pada level Rp 2.950.

>>> Spanyol Kalahkan Peru 3-1, Oyarzabal Jadi False Nine

Investor juga disarankan untuk melakukan pembatasan risiko atau stoploss jika pergerakan harga saham Antam merosot ke bawah level Rp 2.840.