Piala Dunia 2026 akan menghadirkan wajah yang sangat berbeda dibanding edisi 2022 di Qatar. Turnamen ini mengalami transformasi besar-besaran pada berbagai aspek kompetisi.

Perubahan mencakup jumlah tim peserta, format turnamen, total pertandingan, hingga lokasi penyelenggaraan. Ajang ini akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah sepak bola.

>>> Fortune Indonesia Rights Issue Rp27,65 Triliun, Alih Bisnis ke Tambang

Jika edisi Qatar 2022 berlangsung terpusat, Piala Dunia 2026 bakal tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kompetisi ini juga kembali ke jadwal musim panas, yakni 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Format Baru: 48 Tim dan 104 Pertandingan

Perubahan paling signifikan adalah penambahan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim. Pada format sebelumnya, peserta dibagi ke dalam delapan grup yang masing-masing berisi empat tim.

Kini, FIFA menerapkan format baru dengan membagi 48 tim ke dalam 12 grup. Dua tim teratas dari setiap grup dipastikan lolos otomatis ke fase berikutnya.

Kuota babak gugur kemudian dilengkapi oleh delapan tim peringkat ketiga terbaik. Sistem ini membuat fase gugur dimulai lebih awal melalui babak 32 besar, sebelum berlanjut ke 16 besar.

Kebijakan baru ini membuka kesempatan besar bagi negara-negara yang sebelumnya sulit menembus putaran final. Negara seperti Cape Verde, Curaçao, Yordania, dan Uzbekistan dipastikan akan mencatatkan debut mereka.

Kendati demikian, babak kualifikasi tetap memberikan kejutan dengan kegagalan tim besar tradisional. Salah satu tim raksasa yang kembali gagal melangkah ke putaran final adalah Italia.

Penambahan jumlah kontestan berdampak langsung pada meroketnya total pertandingan di putaran final. Jumlah laga membengkak dari 64 menjadi 104 pertandingan, atau meningkat sekitar 62 persen.