FIFA Ubah Format Piala Dunia 2026: 48 Tim, 104 Laga, Tiga Negara
Durasi turnamen juga bertambah panjang dari yang semula 29 hari menjadi 39 hari.
Jadwal harian pada fase grup menjadi sangat padat dengan menyajikan hingga enam pertandingan per hari di 16 kota.
Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi para penggemar sepak bola di Inggris. Pilihan tontonan menjadi rumit karena tidak semua pertandingan dapat disaksikan secara langsung secara bersamaan.
Tantangan Geografis dan Zona Waktu
Piala Dunia 2026 juga menawarkan situasi geografis yang kontras dibanding edisi Qatar.
Di Qatar, seluruh stadion berada dalam radius 35 mil dari Doha sehingga penonton bisa menyaksikan dua laga sehari.
>>> Spanyol Kalahkan Peru 3-1, Oyarzabal Jadi False Nine
Sebaliknya, kota tuan rumah di Amerika Utara tersebar sangat jauh dengan jarak membentang lebih dari 4.000 mil.
Jarak ini dihitung dari wilayah Vancouver di bagian barat hingga Boston di timur.
Guna mengatasi persoalan jarak, FIFA membagi kota-kota penyelenggara ke dalam beberapa klaster regional. Pembagian wilayah ini bertujuan agar pergerakan tim selama fase grup tidak terlalu jauh.
Perbedaan zona waktu di Amerika Utara menjadi tantangan besar lain bagi pemirsa global.
Saat di Qatar, selisih waktu dengan Inggris hanya 3 jam sehingga jadwalnya sangat ramah bagi penonton Eropa.
Bagi pencinta sepak bola di Indonesia, selisih waktu dengan Qatar yang hanya 4 jam juga sangat memudahkan.
Pertandingan edisi 2022 lalu jam tayangnya bersahabat, yakni pukul 17.00, 20.00, 22.00, dan 02.00 WIB.
Namun situasi tersebut berubah total pada edisi 2026 karena lokasi pertandingan yang sangat tersebar.
Banyak laga yang terjadwal pada dini hari serta bertepatan dengan jam kerja atau sekolah di Indonesia.
Pro dan Kontra Format Baru
Format baru dengan 48 tim ini memicu perdebatan mengenai kualitas turnamen ke depan.
Pihak yang mendukung menilai ekspansi ini memberikan panggung lebih luas bagi perwakilan Afrika, Asia, dan kawasan lain.
Kehadiran tim-tim debutan juga dianggap mampu memberikan warna baru serta menambah daya tarik kompetisi. Namun, kritik tajam tetap bermunculan dari berbagai pengamat sepak bola.
Para kritikus menilai format 48 tim berpotensi menurunkan kualitas dan memicu laga timpang di fase grup.
>>> Lima Tips Memilih Toko Ban Resmi Terdekat Demi Keselamatan
Intensitas pertandingan besar juga dianggap berkurang pada awal turnamen karena banyaknya jumlah peserta.
Update Terbaru
Sengketa Warisan Chadwick Boseman Soroti Krisis Perencanaan Warisan Keluarga Kulit Hitam
Minggu / 26-07-2026, 10:01 WIB
Mattel Luncurkan Boneka Barbie Angel Reese di WNBA All-Star Weekend
Minggu / 26-07-2026, 10:01 WIB
Bintang Atlanta Dream Puji Perkembangan Pelatih Karl Smesko
Minggu / 26-07-2026, 10:00 WIB
Tobey Maguire Bicara Karier di Tengah Rumor Marvel Multiverse
Minggu / 26-07-2026, 10:00 WIB
Mau Bangun Otomatis di Minecraft Survival? Ini Rahasianya!
Minggu / 26-07-2026, 10:00 WIB
10 Karakter Combo Paling Gila di Free Fire yang Wajib Dicoba
Minggu / 26-07-2026, 10:00 WIB
Pemakaman Oliver Tree Disiarkan Langsung, Fans Bisa Berduka Bersama
Minggu / 26-07-2026, 10:00 WIB
Baca Sekarang Lookism Chapter 618 Bahasa Indonesia, Konflik Memanas!
Minggu / 26-07-2026, 10:00 WIB
24 Ribu Tiket Laga Pembuka Piala Presiden 2026 Ludes Terjual
Minggu / 26-07-2026, 09:57 WIB
Pendidikan Masa Depan Butuh Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik, Ini Alasannya
Minggu / 26-07-2026, 09:56 WIB
Menjaga Cita Rasa Autentik di Tengah Tren Fusion Food
Minggu / 26-07-2026, 09:56 WIB
Beda Sepeda Gunung Hardtail vs Full Suspension? Ini Kelebihan dan Rekomendasinya
Minggu / 26-07-2026, 09:56 WIB
Hari Mangrove Sedunia Jadi Momentum BNI Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Ekonomi Pesisir
Minggu / 26-07-2026, 09:56 WIB
KPK Bantah Perlakuan Istimewa untuk Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Minggu / 26-07-2026, 09:56 WIB







