PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memberikan tanggapan positif atas keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan kebijakan moneter yang strategis untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional.

>>> IHSG Melonjak 7,57 Persen Setelah Terpuruk Empat Hari

Menurut Dhanny, penyesuaian ini penting di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Keputusan itu juga bertujuan menjaga inflasi tetap dalam sasaran dan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Manajemen BRI menekankan bahwa ketahanan industri perbankan saat ini masih kokoh. Perseroan mengelola aset dan liabilitas secara hati-hati dengan dukungan modal dan likuiditas yang memadai.

Sebagai bank yang fokus pada sektor UMKM, BRI berkomitmen memonitor pergerakan pasar agar intermediasi tetap optimal. Dhanny menambahkan bahwa perseroan akan terus memastikan kecukupan permodalan dan menjaga likuiditas.

>>> Kalahkan Mozambik, Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 118

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan kenaikan BI Rate yang mengejutkan pasar. Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS melebihi proyeksi awal menjadi pemicu utama.

Bank sentral melakukan evaluasi mingguan setiap Selasa untuk memantau efektivitas kebijakan. Landasan hukum keputusan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Pemilik LMPV Kena Dampak

Pasca-pengumuman, rupiah menguat 0,65 persen ke level Rp18.065 per dolar AS pada perdagangan Selasa (9/6/2026).