Rupiah Tembus Rp18.000, Harga Barang Ritel Berpotensi Naik
Nilai tukar rupiah yang melemah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) mulai memicu kekhawatiran di sektor ritel.
Lonjakan biaya pengadaan barang membayangi berbagai produk yang bergantung pada impor, mulai dari fesyen, sepatu, tas, hingga perangkat elektronik.
>>> Timnas Argentina Gunakan Data GPS untuk Pantau Kesiapan Fisik Pemain
Tekanan terhadap harga jual diprediksi akan meningkat saat persediaan stok lama yang dibeli dengan kurs lebih rendah mulai habis.
Saat ini, sejumlah peritel masih mencoba menahan kenaikan harga melalui langkah efisiensi, negosiasi dengan pemasok, serta mengoptimalkan produk lokal.
Penyesuaian Harga Sudah Terjadi Sejak Awal Tahun
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menjelaskan bahwa penyesuaian harga sebetulnya sudah terjadi sejak awal tahun akibat hambatan arus impor yang memicu keterbatasan stok barang.
"Sudah naik dua kali [harga barang] dari Januari. Pertama, karena barang import susah masuk.
Barang import susah, jadi stok kurang," kata Budihardjo di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Menurut Budihardjo, efek penurunan nilai mata uang ini akan semakin nyata ketika pelaku usaha memasuki siklus pembayaran impor berikutnya.
"Pelemahan rupiah pasti. Pada saat jatuh tempo pembayaran, stoknya sudah habis, kita mesti bayar yang baru.
Itu kan ada hitungan ekonomi. Jadi namanya itu ada cross.
Stok lama, stok baru, ada hitungannya," ujarnya.
Budihardjo memperkirakan bahwa tekanan terhadap harga barang berpotensi mengalami kenaikan pada Juli 2026 jika kurs dolar AS tidak kunjung turun.
"Stok habis sama kalau dolarnya enggak turun. Juli, iya [kenaikan barang].
Semoga cepat turun [nilai kurs dolar], bisa pulih kembali," terangnya.
Update Terbaru
Desain Vivo X Fold 6 Bocor ke Publik Jelang Peluncuran Akhir Juni 2026
Rabu / 10-06-2026, 09:25 WIB
Aplikasi Streaming Piala Dunia 2026 Folaplay Resmi Hadir di Android
Rabu / 10-06-2026, 09:24 WIB
Harga Emas Antam 10 Juni 2026 Anjlok Rp20.000 Per Gram
Rabu / 10-06-2026, 09:24 WIB
Harga BBM BP Naik per 1 Juni 2026, Pertamax Green Ikut Menyesuaikan
Rabu / 10-06-2026, 09:24 WIB
4 Hotel di Medan dengan SPKLU, Ramah untuk Mobil Listrik
Rabu / 10-06-2026, 09:24 WIB
BEI Suspensi Saham ADCP Akibat Penundaan Pembayaran Bunga Obligasi
Rabu / 10-06-2026, 09:24 WIB
PT Rukun Raharja Tbk Targetkan Stock Split Saham RAJA Rasio 1:5
Rabu / 10-06-2026, 09:21 WIB
Arai Agaska Siap Unjuk Gigi di Seri Kelima World Sportbike Misano
Rabu / 10-06-2026, 09:21 WIB
Harga Pertamax Naik: Jangan Tergiur 'Turun Kasta' ke Pertalite
Rabu / 10-06-2026, 09:20 WIB
Timnas Putri Indonesia Imbang 1-1 Lawan Kamboja di Garuda Championship
Rabu / 10-06-2026, 09:20 WIB
Harga Perak Antam 10 Juni 2026 Turun Tajam Menjadi Rp 44.050 Per Gram
Rabu / 10-06-2026, 09:20 WIB
Betrand Peto Rencanakan Kuliah S2 di Belanda, Ambil Jurusan Hukum
Rabu / 10-06-2026, 09:20 WIB
IHSG Fluktuatif di Sesi I, Lima Saham Melonjak Signifikan
Rabu / 10-06-2026, 09:20 WIB
Teknisi China Sulap Rangka iPhone 17 Pro Max yang Penyok Jadi Mulus Kembali
Rabu / 10-06-2026, 09:17 WIB






