Tim nasional Argentina menerapkan sistem pemantauan berbasis data GPS dan teknologi real-time untuk menilai kesiapan fisik para pemain menjelang laga perdana Piala Dunia 2026 di Kansas City.

Langkah ketat ini diambil oleh staf pelatih guna mendeteksi kondisi riil performa pemain yang mengalami gangguan kebugaran.

>>> Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026

Keputusan berbasis data digital menjadi landasan utama dalam menyusun komposisi skuad final.

Evaluasi teknologi diperketat setelah bek Leonardo Balerdi dipastikan absen akibat cedera. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa seluruh indikator fisik pemain kini terekam secara akurat oleh sistem kecerdasan buatan.

"No van a poder mentirnos en cuanto a su estado físico. Hoy tenemos los datos que nos dicen la verdad y es muy difícil engañarlos," ujar Scaloni.

>>> Ralf Rangnick Tunda Terima Tawaran AC Milan karena Minta Jaminan Tertulis

Pendekatan Serupa di Piala Dunia 2022

Ketegasan serupa pernah diterapkan Scaloni pada Piala Dunia 2022 saat mencoret Joaquín Correa dan Nicolás González.

Keputusan itu diambil setelah pemantauan intensif menunjukkan performa keduanya belum mencapai seratus persen.

Metode pelacakan statistik performa ini dipimpin oleh Luis Martín bersama asisten preparador físico Juan Temone.

>>> Kenaikan Harga Pertamax Bebani Pemilik Mobil LMPV di Indonesia

Mereka memantau variabel seperti jarak tempuh, akselerasi, deselerasi, dan tingkat asimetri beban kaki saat pemain berlari di atas kecepatan 25 kilometer per jam.