Konflik yang terus membara sejak akhir Februari ini berpotensi memperpanjang penutupan total jalur pasokan energi di Selat Hormuz.

Blokade ganda oleh kedua negara telah menghambat distribusi minyak mentah serta memicu kekhawatiran krisis inflasi global.

Berdasarkan data American Petroleum Institute, persediaan minyak mentah domestik AS menyusut 9,1 juta barel pada pekan lalu.

Angka cadangan tersebut kini menyentuh level terendah dalam periode empat bulan terakhir.

"Setiap hari yang berlalu semakin memperketat pasar karena cadangan minyak global terus turun ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kavonic.

Pada perdagangan Rabu pagi pukul 06.42 waktu Singapura, minyak WTI untuk pengiriman Juli tercatat naik 1% ke posisi US$89,05 per barel.

>>> Harga Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik per 10 Juni 2026

Sementara itu, minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 3% ke level US$91,45 per barel.