Gelandang tim nasional Denmark, Christian Eriksen, mengonfirmasi bahwa kondisi kesehatannya saat ini baik.

Pemain berusia 34 tahun itu tengah menjalani pemulihan di kediamannya bersama keluarga setelah kolaps dalam laga internasional melawan Ukraina.

>>> China vs Thailand: Laga Persahabatan di Jinhua pada 9 Juni 2026

Peristiwa ini berbeda dengan insiden serupa pada Piala Eropa 2021. Dalam laga terbaru, Eriksen dapat segera bangkit dan berjalan meninggalkan lapangan setelah tersadar.

Proses pemulihan cepat terjadi berkat perangkat medis kecil yang tertanam di dadanya. Alat itu bernama Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

ICD adalah perangkat medis pintar yang mendeteksi gangguan irama jantung secara real-time. Alat ini bekerja otomatis sebagai jaring pengaman untuk memperbaiki kelainan detak jantung seketika.

Prof Michael Papadakis, pakar kardiologi dari St George's, University of London, menyebut perangkat ini sebagai "shock box". "Alat ini menjaga irama jantung.

Jika mendeteksi ketidakteraturan yang mengancam jiwa, alat ini memberikan sengatan listrik untuk menghidupkan kembali jantung secara normal," jelasnya kepada BBC Health.

>>> Timnas Inggris Diguncang Gempa Magnitudo 6,1 Jelang Piala Dunia 2026

Pada insiden Eriksen baru-baru ini, ICD langsung membaca detak jantung yang tidak normal. Alat tersebut melepaskan kejut listrik instan tanpa menunggu tim medis membawa defibrillator portabel ke lapangan.

Sensasi Sengatan Listrik yang Dirasakan Pasien

Meskipun efektif menyelamatkan nyawa dari henti jantung, sengatan listrik ICD memberikan sensasi kejutan fisik yang kuat.

Prof Aneil Malhotra, kardiolog olahraga dari Manchester Metropolitan University, menjelaskan bahwa sistem kerjanya mirip mematikan dan menghidupkan kembali komputer yang error.

"Sensasi sengatannya seperti dipukul keras di bagian dada," ungkap Prof Malhotra. Pemasangan ICD pada Eriksen dilakukan beberapa hari setelah ia mengalami mati suri di lapangan pada 2021.

>>> Empat Pemain Veteran Siap Pecahkan Rekor Usia di Piala Dunia 2026

Berkat alat ini, fungsi jantungnya langsung tereset dalam hitungan detik saat pertandingan terbaru, mencegah kerusakan otak atau organ lain akibat hambatan pasokan darah.