PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

>>> Kemenhaj Beri Sanksi Oknum KBIHU Langgar Aturan Pembayaran Dam Haji

"Perseroan menilai hal tersebut sebagai bagian dari kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi nasional, khususnya stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar keuangan global," ujar Dhanny kepada Bisnis, Selasa (9/6/2026).

Menurut Dhanny, kenaikan BI Rate juga bertujuan memastikan inflasi domestik tetap terkendali sesuai target pemerintah.

BRI meyakini fundamental industri perbankan nasional masih kokoh. Ketahanan sektor keuangan didukung rasio permodalan yang kuat, likuiditas yang aman, dan kualitas aset yang tangguh.

Perseroan terus menjalankan prinsip kehati-hatian melalui manajemen aset dan liabilitas yang prudent. Pemantauan arah suku bunga dan pasar global akan dilakukan secara intensif.

Langkah mitigasi ini bertujuan agar fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan maksimal dalam mendukung perekonomian.

>>> Kim Sang-sik Pantau Langsung Laga Timnas Indonesia vs Mozambik di SUGBK

"Perseroan juga akan terus memastikan kecukupan permodalan, menjaga likuiditas, serta mengoptimalkan struktur liabilitas bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Dhanny.

Keputusan BI menaikkan BI Rate menjadi 5,5 persen diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa (9/6/2026).

Suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,5 persen, dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

BI menjelaskan kenaikan ini merupakan langkah pre-emptive untuk memperkuat stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.

Kebijakan ini juga untuk mengawal inflasi tahun 2026 dan 2027 pada kisaran 2,5±1 persen.

>>> Katedral Cologne Jerman Mulai Tetapkan Biaya Masuk Wisatawan

Melalui kenaikan suku bunga, BI berharap dapat memperkuat daya tarik pasar keuangan domestik dan mendorong aliran masuk modal asing.