Lagu Crazy dari album terbaru Reverxe berhasil membuat penonton semakin bergila. Dilanjutkan dengan The Eve dan Love Shot yang memiliki koreografi memanjakan mata.

EXO lentur memainkan gairah dan semangat penonton. Properti panggung digunakan optimal, termasuk panggung tambahan.

Kostum yang silih berganti juga ikut memainkan mood lagu.

Fanchant tak berhenti sepanjang konser.

Antusiasme memuncak saat Ko Ko Bop berlanjut ke Call Me Baby, membuat seluruh arena bernyanyi bersama dalam euforia hangat.

Rindu lama terasa saat lagu hit demi hit dibawakan, seperti Power, Don't Fight The Feeling, Run, dan Love Me Right.

EXO memanfaatkan rasa nostalgia dengan baik.

Mereka menurunkan emosi menjadi lebih sendu dengan Don't Go. Namun suasana kembali semarak saat menampilkan lagu teranyar, Crown, dengan properti dan barisan penari latar yang megah.

Selama sekitar 2,5 jam, kelima personel tampil konsisten dan totalitas. Mereka menutup pertunjukan dengan Flatline, diiringi hiasan bintang di langit-langit Indonesia Arena.

Hingga akhirnya EXO berpamitan, mereka berhasil menghadirkan luapan emosi yang lengkap bagi EXO-L. Kekurangan yang mungkin ada menjadi blur karena rasa rindu yang terbayar.

EXO yang debut pada 2012 masih solid meski tampil berlima dari sembilan personel.

>>> Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner Pertama Berkat IPO SpaceX

EXO-L pun tak kalah solid; mereka yang tak kebagian tiket berkumpul di luar venue dan bernyanyi bersama.