PT Asuransi Jiwa Ciputra (Ciputra Life) mengambil langkah antisipasi menghadapi volatilitas pasar global. Perusahaan mencermati perubahan ekspektasi suku bunga global yang berpotensi memengaruhi instrumen pendapatan tetap domestik.

Langkah ini diambil di tengah proyeksi penurunan cadangan devisa yang dapat memengaruhi nilai tukar rupiah dan volatilitas pasar saham domestik.

>>> DPR Apresiasi Kepastian Pasokan Gas Nasional yang Aman

Manajemen secara intensif memantau kebijakan moneter dan fiskal dalam negeri, inflasi, serta dinamika penerbitan obligasi negara.

Fokus pada Pengelolaan Risiko

Hengky, perwakilan manajemen Ciputra Life, menyatakan bahwa perubahan ekspektasi suku bunga global akan memengaruhi arus modal internasional, nilai tukar, dan yield obligasi di pasar domestik.

Kondisi geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, dan gejolak keuangan internasional juga menjadi perhatian serius.

"Dalam kondisi seperti itu, disiplin dalam pengelolaan risiko menjadi makin penting dibandingkan sekadar mengejar return jangka pendek," ujar Hengky kepada Kontan pada Senin (7/6/2026).

>>> IHSG 9 Juni 2026 Melonjak 7,57 Persen Ditopang Saham Perbankan

Ciputra Life juga terus memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksikan masih berpotensi melemah jangka pendek pada area support 5.200 dan resistance 5.600.

Namun, kondisi ini dinilai dapat menciptakan peluang investasi pada saham berkualitas dengan valuasi menarik.

Berdasarkan laporan keuangan per April 2026, total investasi Ciputra Life mencapai Rp1,10 triliun. Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi dengan nilai Rp615,47 miliar.

>>> Perbankan Malaysia Perluas Ekspansi Bisnis di Indonesia

Hasil investasi yang dibukukan perusahaan mencapai Rp22,37 miliar per April 2026. Angka ini tumbuh 37,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.