Paradigma baru ini telah berhasil diterapkan oleh PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Daniel Perwira dari PT Freeport Indonesia mengatakan pengendalian malaria di Mimika sudah berlangsung sejak 1990-an atau sekitar 36 tahun.

Awalnya program ditujukan untuk melindungi karyawan dan keluarga di Timika yang merupakan area endemik malaria.

Program kemudian berkembang untuk membantu masyarakat sekitar melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Penurunan kasus malaria di kampung-kampung terus berlanjut dan diperluas cakupannya.

Pemerintah telah membangun Malaria Center sebagai wadah kolaborasi berbagai pihak untuk eliminasi malaria di Mimika.

Target eliminasi malaria di Kabupaten Mimika dan seluruh Papua diharapkan tercapai pada 2030.

Daniel menekankan perlunya kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mencapai eliminasi.

Di Kuala Kencana, area seluas 17.000 hektar yang mendukung operasi PT Freeport Indonesia, sudah bebas malaria.

>>> Penyelesaian Sengketa Lahan TNI AL dan Masyarakat Pasuruan

Pendekatan sederhana namun konsisten menjadikan wilayah tersebut bebas malaria meskipun dikelilingi daerah endemik.