Artis Tasya Kamila menerapkan jadwal aktivitas fisik hingga lima jam sehari untuk anak pertamanya, Arrasya.

Langkah ini diambil untuk mendukung perkembangan motorik dan fokus sang putra setelah memasuki masa sekolah.

>>> Bank Sinarmas Luncurkan Reksa Dana STAR Fixed Income 4 Kelas Utama

Keputusan tersebut didasari rekomendasi dari guru di sekolah Arrasya. Sebab, tumbuh kembang motorik anaknya sempat terdampak akibat keterbatasan ruang gerak selama pandemi.

Informasi ini disampaikan Tasya dalam acara komunitas ibu dan media di Karawang, Jawa Barat, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Ia mengungkapkan bahwa Arrasya kini aktif bermain tenis, monkey bar, dan berenang.

Untuk memfasilitasi minat baru tersebut, Tasya mendaftarkan putranya mengikuti kelas tenis secara terjadwal. Ia menyadari bahwa anaknya termasuk toddler yang tumbuh di masa pandemi sehingga jarang keluar rumah.

Kondisi itu memengaruhi perkembangan motorik halus dan konsentrasi Arrasya. "Ternyata penting ya aktivitas fisik untuk anak.

Kalau kurang, nanti motorik halusnya jadi susah dan anak sulit fokus," ujar Tasya.

Tasya menilai alokasi waktu bergerak sangat krusial bagi masa depan anak. Ia membiarkan putranya aktif di rumah, sekolah, maupun tempat bermain.

>>> Banggar DPR Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp 17.500 dalam Tiga Pekan

Selain aktivitas fisik, pemenuhan nutrisi dan waktu istirahat juga dikombinasikan untuk menjaga keseimbangan energi.

"Bagaimana anak itu tumbuh aktif juga enggak cuma nutrisi dan tidur cukup, tapi aktivitas fisik diperlukan," jelasnya.

Melalui pengenalan ragam kegiatan di bidang olahraga, akademis, dan kesenian, Tasya berharap bisa melihat minat dan bakat anaknya.

Ia memprediksi pemetaan potensi diri akan terlihat saat Arrasya berusia 8-9 tahun.

Ahli gizi Esti Nurwanti menekankan pentingnya keselarasan antara aktivitas fisik dan asupan energi.

"Anak-anak yang aktivitasnya padat memerlukan asupan gizi yang cukup agar tetap fokus dan mendukung pertumbuhan optimal," katanya.

>>> Erlangga Luncurkan Buku Next Gen Choice untuk Dukung Kurikulum Merdeka

Esti menambahkan bahwa kebutuhan energi anak berbeda tergantung usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas. Orang tua perlu menyesuaikan porsi makanan secara personal.