Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) memproyeksikan nilai tukar rupiah dapat menguat kembali hingga level Rp 17.500 per dolar AS dalam tiga pekan ke depan.

Proyeksi ini disampaikan di tengah pergerakan pasar spot exchange yang menunjukkan penguatan rupiah pada Selasa (9/6/2026).

>>> Erlangga Luncurkan Buku Next Gen Choice untuk Dukung Kurikulum Merdeka

Data Bloomberg pukul 12.25 WIB mencatat rupiah menguat 39,50 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp 18.148 per dolar AS.

Bersamaan dengan itu, indeks dolar AS melemah 0,10 persen ke level 99.947.

Optimisme dari Bauran Kebijakan

Ketua Banggar DPR Muhammad Said Abdullah menyatakan optimisme bahwa penguatan rupiah dapat tercapai melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter.

"Insyaallah semoga dengan kerja keras bauran kebijakan fiskal-moneter, setidaknya minggu depan, dua minggu lagi, atau tiga minggu lagi kita bangun optimisme yang realistis agar rupiah bisa pulih kembali ke Rp 17.500 per dolar AS," ujarnya dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Ia menekankan pentingnya tiga langkah utama: menjaga konsistensi kebijakan, mendorong reformasi tata kelola bursa bersama OJK, dan mengelola kebijakan fiskal sehat.

Proposal defisit RAPBN 2027 sebesar 1,8 hingga 2,4 persen PDB dinilai sebagai sinyal positif bagi pasar.

>>> Samira Farahnaz Pertanyakan Transparansi Kasus Richard Lee ke Polda Metro

"Ini kabar yang bagus. Semoga akan lebih meyakinkan market.

Apalagi bila pada tahun ini realisasi defisit bisa lebih rendah, setidaknya 2,58% dari target APBN 2026 sebesar 2,68%, dan realisasi 2025 yang mencapai 2,81%.

Ini menunjukkan tren positif," kata Said.

Ia juga menyoroti perbaikan kapasitas pelaksana pada program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Hal ini diharapkan dapat menghindari konflik kepentingan dan membangun ekosistem rantai pasok yang fokus pada sasaran daerah.

>>> Indeks Bisnis-27 Melonjak 8,24 Persen Didorong Reli Saham Unggulan

"Pelaku pasar juga mengharapkan reformasi tata kelola berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, setidaknya; memperbaiki kapasitas pelaksana, menghindarkan konflik kepentingan, membangun ekosistem rantai pasok, serta lebih fokus pada target sasaran dan daerah prioritas," tuturnya.