Indeks Bisnis-27 ditutup melonjak 8,24 persen ke level 393,32 pada perdagangan Selasa (9/6/2026).

Kenaikan ini didorong oleh reli saham-saham unggulan yang menjadi konstituen indeks tersebut.

>>> 5 Makanan dan Minuman Populer yang Tercipta Tanpa Sengaja

Seluruh 27 anggota indeks mencatatkan penguatan harga saham pada hari itu.

Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) memimpin kenaikan dengan melesat 14,23 persen ke Rp1.365.

Diikuti oleh PT Aneka Antam Tbk. (ANTM) yang naik 13,83 persen ke Rp2.880, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) naik 12,69 persen ke Rp7.325.

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga menguat 12,31 persen ke Rp146, sementara PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 12,00 persen ke Rp280.

Emiten lain yang turut menguat antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 11,49 persen ke Rp2.620, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 11,08 persen ke Rp4.710, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) naik 10,24 persen ke Rp4.090.

>>> Talay Riley, Penulis Lagu Dua Lipa dan Britney Spears, Tewas Ditikam di Taman

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) terangkat 8,64 persen ke Rp3.270, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 7,88 persen ke Rp520, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) naik 7,72 persen ke Rp2.790, dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) naik 7,14 persen ke Rp1.350.

Proyeksi IHSG dan Kewaspadaan Makro

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan secara teknikal IHSG berpotensi menguji area resistance terdekat.

Namun, tekanan dari sektor makro masih perlu diwaspadai, terutama jika pelemahan nilai tukar rupiah berlanjut.

"IHSG hari ini berpotensi tes resistance di level 5.500. Jika gagal menembus, masih ada peluang koreksi sepanjang rupiah terus melemah," ujar Fanny dalam riset harian.

>>> Luhut Dukung BI Naikkan Suku Bunga demi Jaga Rupiah

BNI Sekuritas memperkirakan area support IHSG berada di rentang 5.000 hingga 5.150, sementara resistance di rentang 5.400 sampai 5.500.