Xabi Alonso dilaporkan menyesali keputusannya untuk menjadi pelatih Real Madrid. Kondisi internal di Santiago Bernabeu yang terus memburuk sepanjang musim ini memicu keraguan sang pelatih.

Performa Real Madrid musim ini jauh dari ekspektasi.

>>> Hansi Flick Tanggapi Konflik Internal Real Madrid Jelang El Clasico

Suasana tim semakin panas setelah terjadi insiden fisik antara Aurelien Tchouameni dan Fede Valverde yang berujung pada perawatan rumah sakit bagi Valverde.

Situasi ini berbanding terbalik dengan harapan tinggi saat Alonso ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas lalu.

Ia dibebani target besar untuk mengalahkan Barcelona di La Liga dan meraih trofi Liga Champions ke-16.

Alonso sempat memberi harapan dengan kemenangan 2-1 di El Clasico pertamanya di Bernabeu. Namun, kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik balik yang meruntuhkan posisinya.

Tak lama setelah kekalahan itu, Alonso dan manajemen Real Madrid sepakat mengakhiri kerja sama. Menurut laporan Cadena SER, Alonso kini menyesali keputusannya menerima mandat tersebut.

>>> Persib Bandung Siap Beri Kejutan di Bursa Transfer, Tak Gentar dengan Persija

Sebelum memilih Real Madrid, Alonso sempat menolak tawaran dari Liverpool dan Bayern Munchen. Ia kini menganggap kepulangannya ke Madrid terlalu tergesa-gesa.

Dinamika buruk musim ini menjadi indikator bahwa momen tersebut belum tepat baginya.

Kepergian Alonso juga disebut memicu keretakan di ruang ganti, dengan sebagian pemain kecewa dan sebagian lainnya lega.

Meski peluang kembali ke Real Madrid masih terbuka di masa depan, Alonso diyakini menutup rapat opsi itu untuk saat ini.

>>> Real Madrid Didenda 500 Ribu Euro Akibat Konflik Internal Pemain

Ia kini fokus pada peluang baru, termasuk kemungkinan kembali ke Liverpool jika manajemen The Reds memutus kontrak Arne Slot.