CEO Xbox Asha Sharma menegaskan ambisinya menjadikan Xbox sebagai perusahaan game dan hiburan nomor satu di dunia.

Target tersebut disampaikan dalam acara Bloomberg Tech pada Selasa (9/6/2026).

>>> Kode Redeem ML 10 Mei 2026: Hadiah Gratis untuk Pemain Baru

"Mandat saya bukanlah margin akuntabilitas 30%. Bukan margin perangkat lunak perusahaan.

Mandat saya adalah menjadi perusahaan game dan hiburan nomor satu, dan itulah yang akan kita lakukan," kata Sharma, dilansir Game Industry.

Penataan Ulang Strategi Bisnis

Target besar tersebut mendasari evaluasi ulang yang dilakukan Sharma bersama COO Matt Booty pada April lalu. Fokus evaluasi mencakup pendekatan eksklusivitas dan kecerdasan buatan (AI).

Sharma menjelaskan bahwa untuk menjadi penerbit terkemuka, game Xbox harus menjangkau audiens yang besar. Di sisi lain, sebagai platform, Xbox perlu menawarkan konten dan layanan eksklusif.

"Kami sedang mempertimbangkan hal itu dengan sangat cermat," ujarnya.

>>> Kode Redeem Sailor Piece Mei 2026: Klaim Item Gratis Sekarang

Terkait AI, Sharma menegaskan komitmen Xbox menjaga integritas kreatif dalam pembuatan game. Perusahaan menolak penggunaan AI hanya demi efisiensi jangka pendek tanpa memedulikan kualitas seni.

Meski demikian, Xbox melihat potensi besar AI untuk mengoptimalkan kinerja perangkat pemain, seperti peningkatan resolusi gambar dan reduksi ukuran file.

Sharma juga tidak percaya AI akan menggantikan game AAA.

"AI dapat mewakili kategori game baru dan jenis pengembangan baru yang memungkinkan lebih banyak orang berkreasi. Kami akan terus memantau dan melihat cara terbaik melayaninya," tegas Sharma.

Pernyataan ini menandai seratus hari masa kerja Sharma setelah menggantikan Phil Spencer yang pensiun pada Februari.

>>> Iron Gate Resmi Umumkan Tanggal Rilis Penuh Valheim 1.0

Dalam periode awal, Xbox telah menurunkan harga Game Pass, menghentikan proyek Gaming Copilot, menunjuk Matthew Ball sebagai kepala strategi, dan membagikan detail awal Project Helix.