Tren modifikasi kendaraan listrik mulai marak di Indonesia. Pemilik tidak hanya memperbaiki komponen rusak, tetapi juga meningkatkan jarak tempuh.

Peningkatan kapasitas baterai dan penggantian komponen penggerak menjadi langkah paling diminati. Tujuannya agar motor listrik memiliki tenaga lebih besar dari spesifikasi bawaan pabrik.

>>> Mensesneg Prasetyo Hadi: Fundamental Perbankan RI Sangat Kuat

Permintaan Paket Upgrade Meningkat

Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengatakan permintaan paket peningkatan performa terus berdatangan.

"Kendaraan standar pabrikan biasanya kurang kencang dan kurang bertenaga. Kami siapkan paket upgrade controller, upgrade baterai, atau sekalian upgrade BLDC," ujar Muhlasin.

Mayoritas konsumen memilih meningkatkan performa melalui penggantian controller dan baterai. Langkah ini efektif menambah jarak tempuh dan meningkatkan akselerasi.

Beberapa motor listrik di pasaran dinilai memiliki performa terbatas. Hal ini mendorong pemilik melakukan upgrade agar lebih nyaman untuk aktivitas harian.

>>> Solusi Environment Asia Resmi Masuk Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara

Muhlasin mencontohkan motor listrik Yadea E8S Pro yang jarak tempuh standarnya hanya sekitar 50 km. Setelah upgrade baterai, jarak tempuh bisa meningkat drastis.

Baterai Litium Gandakan Jarak Tempuh

Peningkatan performa paling signifikan terjadi saat pemilik mengganti baterai timbal (SLA) dengan baterai litium berkapasitas besar.

Pada Yadea E8S Pro yang menggunakan baterai SLA standar, penggantian ke litium 50 Ah mampu meningkatkan jarak tempuh hingga 130-138 km.

Angka itu hampir dua kali lipat dari standar.

>>> TOP 40 Acara TV Dengan Rating Terbaik Hari ini 10 Juni 2026 ada Turun Ranjang Kembali Dikalahkan Arisan

Biaya upgrade berkisar Rp 9 juta hingga Rp 10 juta. Meski tidak murah, banyak pemilik tetap tertarik karena motor menjadi lebih fungsional untuk perjalanan jauh.