Mengenal Tren Chaos Gardening, Berkebun Acak yang Estetik
Metode berkebun yang terkesan berantakan kini menjadi tren baru di masyarakat. Tren ini dikenal dengan istilah chaos gardening atau berkebun secara acak.
Pendekatan unik ini mulai populer sejak 2023. Konsepnya dinilai mampu menciptakan area luar ruangan yang tampak alami sekaligus estetik.
>>> IHSG Melonjak Nyaris 5 Persen, Saham Perbankan dan Konglomerat Pendorong Utama
Ketertarikan masyarakat terhadap konsep berkebun bebas aturan ini cukup besar. Data pencarian di Pinterest melonjak hingga 300 persen.
Chaos gardening adalah metode menanam yang mengabaikan sebagian besar aturan tradisional. Pelaku cukup mengumpulkan berbagai jenis benih lalu menyebarkannya secara spontan di area taman.
Hasilnya adalah area hijau yang tumbuh natural tanpa pola tertentu. Kombinasi bunga, buah, herba, hingga sayuran muncul bersamaan di berbagai sudut lahan.
Cara ini menjadi alternatif menarik bagi yang kerap stres saat merancang tata letak tanaman secara detail. Metode ini menawarkan pengalaman menanam yang lebih santai dan menyenangkan.
Selain unik secara visual, keberagaman vegetasi juga berdampak positif bagi lingkungan. Ekosistem heterogen dapat meningkatkan biodiversitas dengan menarik penyerbuk alami seperti lebah dan kupu-kupu.
Sistem ini cocok bagi pemilik rumah dengan jadwal padat. Perawatannya mudah karena tidak menuntut perencanaan waktu tanam atau pengaturan posisi yang rumit.
Langkah awal menerapkan metode ini sangat sederhana. Pemilik rumah cukup mengumpulkan sisa benih lama yang masih layak tanam.
>>> Kejaksaan Agung Ungkap Dugaan Markup Pengadaan Motor Listrik BGN
Jika tidak punya stok, benih berbagai tanaman seperti tanaman tahunan, bunga, herba, maupun sayuran bisa dibeli. Semakin beragam variasi benih, semakin unik tampilan taman.
Faktor penting adalah memilih lokasi yang terpapar sinar matahari langsung minimal enam jam sehari. Jika tidak ingin mengubah seluruh halaman, pilih satu area kosong sebagai titik eksperimen awal.
Update Terbaru
Jenis Bantal yang Dilarang Dicuci dengan Mesin Cuci
Selasa / 09-06-2026, 14:00 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Oman dan Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 14:00 WIB
Pintu Luncurkan BTC Price Game, Simulasi Pergerakan Harga Bitcoin Tanpa Risiko
Selasa / 09-06-2026, 13:59 WIB
Apple Tunda Peluncuran Siri AI di Uni Eropa Akibat Regulasi DMA
Selasa / 09-06-2026, 13:57 WIB
TEMPT Luncurkan Kipas Portabel ICY dengan Teknologi Pendingin 18°C
Selasa / 09-06-2026, 13:57 WIB
Kemenkeu Akan Bahas Keluhan Anggaran Daerah Bersama Kemendagri
Selasa / 09-06-2026, 13:57 WIB
Harga Solar Industri Tembus Rp30.000 per Liter Imbas Penutupan Selat Hormuz
Selasa / 09-06-2026, 13:56 WIB
DSNG Bagikan Dividen Rp 498 Miliar Usai Laba Melonjak 60,2%
Selasa / 09-06-2026, 13:56 WIB
Jurrien Timber Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026 karena Cedera Pangkal Paha
Selasa / 09-06-2026, 13:56 WIB
Timnas Indonesia Targetkan Kemenangan atas Mozambik di FIFA Matchday
Selasa / 09-06-2026, 13:53 WIB
Lamborghini Tunda Peluncuran Mobil Listrik Akibat Rendahnya Permintaan Konsumen
Selasa / 09-06-2026, 13:53 WIB
Satu Jam Presale, Semua Tiket Konser BTS Jakarta Ludes Dipesan
Selasa / 09-06-2026, 13:52 WIB
Bayern Munchen Tolak Tawaran Fantastis Real Madrid untuk Michael Olise
Selasa / 09-06-2026, 13:52 WIB
IHSG Melonjak 257 Poin pada Sesi Pertama Perdagangan
Selasa / 09-06-2026, 13:52 WIB






