Konsumsi Buah Kaya Flavanol Setiap Hari Mampu Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Namun, studi baru mengonfirmasi mayoritas orang berada di bawah ambang batas tersebut, meskipun telah mengikuti panduan makan sehat standar seperti Panduan Makan Sehat NHS.
Kandungan Flavanol dalam Berbagai Buah
Berikut adalah rincian jenis bahan pangan dengan kandungan senyawa flavanol tertinggi untuk setiap porsinya:
Buah plum seberat 500 gram menyediakan sekitar 450 mg flavanol bagi tubuh.
>>> Timnas Putri Indonesia Targetkan Kemenangan Lawan Kamboja
Buah cranberry dalam takaran 250 gram mengandung sekitar 300 mg flavanol.
Buah blackberry dengan porsi 200 gram menyimpan sekitar 250 mg flavanol.
Buah ceri dalam porsi 400 gram memberikan sekitar 130 mg flavanol.
Satu buah apel ukuran sedang beserta kulitnya seberat 200 gram mengandung sekitar 110 mg flavanol.
Buah stroberi seberat 200 gram menyumbang sekitar 90 mg flavanol untuk kesehatan.
Buah blueberry dalam takaran 150 gram memiliki kandungan sekitar 80 mg flavanol.
Dua sendok makan kering atau 40 gram kacang pinto menghasilkan sekitar 70 mg flavanol.
Revaluasi Rekomendasi Panduan Diet
Data yang diperoleh dari riset ini memicu diskusi lebih lanjut mengenai efektivitas anjuran konsumsi buah dan sayur yang berlaku saat ini.
Para ahli menilai perlu ada penyesuaian panduan agar masyarakat bisa memilih jenis makanan secara lebih cermat.
Profesor Gunter Kuhnle dari Universitas Reading turut memberikan pandangannya mengenai arah kebijakan nutrisi ke depan.
"Lima porsi sehari adalah pesan yang tepat, tetapi kita mungkin perlu berpikir lebih hati-hati tentang lima porsi mana yang tepat," papar Profesor Gunter Kuhnle.
"Buah dan sayuran yang berbeda menawarkan manfaat nutrisi yang sangat berbeda di luar vitamin dan mineral, dan seiring dengan meningkatnya pemahaman kita tentang senyawa-senyawa ini, ada peluang nyata untuk membuat panduan diet lebih spesifik dan lebih efektif.
>>> ITB Temukan 50 Titik Dasar Batas Laut Indonesia Tidak Akurat
Penelitian ini merupakan langkah menuju pemahaman seperti apa hal itu dalam praktiknya," tutur Profesor Gunter Kuhnle.
Update Terbaru
Biaya Membuat SIM A Baru: Rp 120.000, Ini Syarat dan Alurnya
Selasa / 09-06-2026, 15:20 WIB
Ekspor Listrik ke Singapura Ditunda, Infrastruktur Belum Siap
Selasa / 09-06-2026, 15:20 WIB
Polri Tetapkan Biaya Penerbitan SIM A Baru, Ini Rinciannya
Selasa / 09-06-2026, 15:19 WIB
Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Akhiri Hubungan Setelah 14 Tahun Bersama
Selasa / 09-06-2026, 15:18 WIB
Alpukat vs Mangga: Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Kesehatan?
Selasa / 09-06-2026, 15:17 WIB
Toyota Bawa Lima Mobil Ikonik ke Balap 1000 Miglia Italia
Selasa / 09-06-2026, 15:17 WIB
Pajak Tahunan Xpeng G6 Hanya Rp 443 Ribu Berkat Insentif Mobil Listrik
Selasa / 09-06-2026, 15:17 WIB
Rupiah Menguat ke Rp18.065 Setelah BI Naikkan Suku Bunga
Selasa / 09-06-2026, 15:16 WIB
Kadin: Kenaikan BI Rate Bebani Sektor Padat Karya dan UMKM
Selasa / 09-06-2026, 15:16 WIB
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik di FIFA Matchday Juni 2026
Selasa / 09-06-2026, 15:16 WIB
Telkom Ubah Jajaran Komisaris di RUPST 2025, Angkat Edwin Hidayat dan Anthony Leong
Selasa / 09-06-2026, 15:16 WIB
Alvaro Arbeloa Kecam Pembocor Rahasia Internal Real Madrid
Selasa / 09-06-2026, 15:13 WIB
Daniel Sturridge Pimpin Seleksi Pemain Muda di Program Second Chance Bekasi
Selasa / 09-06-2026, 15:13 WIB
Timnas Indonesia Uji Coba Lawan Mozambik di SUGBK
Selasa / 09-06-2026, 15:13 WIB






