Mengonsumsi blueberry, plum, blackberry, kacang fava, atau ceri yang disajikan bersama teh hijau setiap hari menjadi metode terbaik dalam menjaga kesehatan jantung.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan fakta ini setelah mengamati pola makan masyarakat yang masih minim dalam memenuhi asupan senyawa pelindung tersebut.

>>> Bank Indonesia Naikkan BI Rate Jadi 5,5 Persen, Respons Pelemahan Rupiah

Riset ini melibatkan kolaborasi ilmuwan dari Universitas Reading, Harvard Medical School, Universitas California Davis, dan Mars, Inc.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kurang dari satu dari lima orang berhasil mencapai target asupan flavanol yang terbukti mampu memangkas risiko gangguan jantung.

Kondisi ini bahkan terjadi pada individu yang sudah rutin mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran setiap hari.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Food & Function ini melacak pola makan lebih dari 30.000 peserta di Inggris dan Amerika Serikat melalui metode pengukuran biomarker.

Dr. Javier Ottaviani, selaku penulis utama makalah tersebut, memberikan penjelasan mendalam mengenai temuan ini.

"Flavanol dapat secara signifikan mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, tetapi hanya jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup.

Kebanyakan orang berasumsi bahwa mengonsumsi banyak buah dan sayuran sudah cukup, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa pilihan spesifik yang Anda buat jauh lebih penting daripada jumlah totalnya," kata Dr. Javier Ottaviani.

"Menambahkan segenggam blackberry, satu buah apel utuh, atau secangkir teh hijau di samping makanan Anda dapat membuat perbedaan nyata pada seberapa banyak senyawa bermanfaat ini yang sebenarnya Anda konsumsi dan serap dari makanan," ujar Dr. Javier Ottaviani.

Riset terdahulu, termasuk uji klinis flavanol berskala besar bernama studi COSMOS, mendapati bahwa asupan 500 mg flavanol per hari secara signifikan menekan risiko kematian akibat penyakit jantung.