"Jika saya melihat semuanya secara objektif, apabila berbagai hal berjalan sedikit lebih seimbang, saya rasa persaingannya masih akan sangat, sangat ketat," kata Russell setelah GP Monako, Minggu lalu.

Menurut laporan media Belanda, De Limburger, klausul pembatalan kontrak dipasang saat Russell menandatangani perpanjangan kerja sama tahun lalu.

Ketentuan itu akan aktif jika ia berada di bawah Antonelli pada klasemen akhir pembalap.

Kabar mengenai klausul ini awalnya sempat dianggap tidak realistis oleh banyak pihak karena performa Russell yang awalnya jauh mengungguli Antonelli.

Namun, melihat dinamika saat ini, klausul tersebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi Russell.

Tekanan untuk Russell kian bertambah seiring munculnya spekulasi mengenai masa depan Max Verstappen di Red Bull.

Penurunan performa Red Bull membuka peluang bagi juara dunia empat kali itu untuk hengkang ke tim lain.

Bos Mercedes, Toto Wolff, diketahui sudah lama tertarik untuk memboyong Verstappen ke dalam timnya.

Jika performa Russell tidak kunjung membaik, Mercedes memiliki alasan kuat untuk melakukan perombakan komposisi pembalap menjelang akhir musim.

Balapan berikutnya akan diselenggarakan di Sirkuit Barcelona-Catalunya.

>>> Victor Wembanyama Bawa Spurs Menangi Gim 3 Final NBA

Seri ini menjadi harapan bagi Russell untuk dijadikan sebagai titik balik demi menyelamatkan posisinya di Mercedes dari ancaman nama-nama besar seperti Verstappen.