Kebijakan Ekspor Satu Pintu Berpotensi Picu Penalti Eksportir Batu Bara
Eksportir batu bara Indonesia menghadapi ancaman penalti dari importir jika PT Danantara Sumberdaya Indonesia tidak mampu memenuhi kesepakatan kontrak dagang yang ada.
Potensi kerugian ini mencuat seiring rencana penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui anak usaha Danantara tersebut.
>>> OJK Catat 19 Pinjol dengan Kredit Macet di Atas 5 Persen
Langkah penataan ekspor komoditas andalan ini awalnya menyasar sektor batu bara, crude palm oil, serta ferro alloy.
Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia, Eva Armila Djauhari, menjelaskan bahwa risiko sengketa muncul apabila perubahan skema mengganggu teknis pengiriman dan pembayaran.
"Potensi tersebut menurut saya bisa ada, khususnya apabila perubahan skema ekspor menyebabkan keterlambatan pengiriman, perubahan pihak penjual, perubahan mekanisme pembayaran, atau perubahan spesifikasi komersial yang telah disepakati," ungkap Eva.
Eva memaparkan bahwa kontrak dagang internasional memuat poin-poin krusial terkait kepatuhan transaksi. Kegagalan adaptasi sistem baru berisiko memicu tuntutan hukum dari pihak pembeli di luar negeri.
"Nah, apabila masuknya PT DSI menyebabkan salah satu kewajiban tersebut tidak dapat dipenuhi, maka importir berpotensi menuntut penalti, ganti rugi, bahkan melakukan pembatalan kontrak," jelas Eva.
Menurutnya, pemerintah wajib menyediakan masa transisi demi mengamankan kepatuhan hukum para pengusaha.
Struktur kerja sama yang mendadak berubah tanpa aturan peralihan yang matang dinilai berbahaya bagi stabilitas perdagangan nasional.
"Tanpa adanya ketentuan transisi yang jelas, terdapat risiko timbulnya sengketa karena eksportir dapat dianggap tidak lagi mampu memenuhi kewajiban kontraktualnya sesuai struktur yang telah disepakati sebelumnya," jelas Eva.
Kekhawatiran serupa datang dari Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia yang mendesak pemerintah agar tidak mengintervensi kesepakatan dagang yang sedang berjalan.
Update Terbaru
Google Tepat Perketat Sideloading di Android Demi Keamanan
Jumat / 24-07-2026, 21:30 WIB
Cara Mudah Menabung Emas Digital lewat Aplikasi Pegadaian Digital yang Aman Tahun 2026
Jumat / 24-07-2026, 21:30 WIB
Pesawat Amfibi Jatuh di Washington, Semua Penumpang Selamat
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
Sahabat Nolan Wells Sebut Horn Island Sangat Berbahaya
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
RI Bangun Kapal Produksi Migas Terbesar di ASEAN, Gunakan 145 Ribu Ton Baja
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
PWI Siak Desak Polres Tuntaskan Penyidikan Kekerasan terhadap Jurnalis
Jumat / 24-07-2026, 21:29 WIB
Reformasi BGN: Rasionalisasi Anggaran dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
Penumpang Kereta Tembus 46,96 Juta, Asuransi Perjalanan Makin Diminati
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
Stephen Chow Tak Punya Anak, Warisan Rp 5,3 T untuk Aktris Cantik Ini
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
DFSK E5 Plus Raih 1.100 Pre-Booking Sebelum Harga Resmi Diumumkan
Jumat / 24-07-2026, 21:28 WIB
Shindong Super Junior Bergabung dengan Jeon Hyun Moo dalam Petualangan Kuliner di Hapcheon
Jumat / 24-07-2026, 21:08 WIB
Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun dari Rilis Perdana Panda Bond
Jumat / 24-07-2026, 21:08 WIB
Rekor Baru, Timnas Indonesia Diperkuat 11 Pemain Naturalisasi di Piala AFF 2026
Jumat / 24-07-2026, 21:07 WIB
7 Makanan Favorit Yunani Kuno Seperti di Film The Odysseus
Jumat / 24-07-2026, 21:07 WIB







