Studi: Depresi Pasca Melahirkan Puncak pada Dua Minggu Setelah Persalinan
Depresi pasca persalinan dapat memperburuk masa pemulihan ibu setelah melahirkan. Kondisi ini membuat seorang ibu merasa hampa, tanpa emosi, dan mengalami kesedihan yang luar biasa.
Studi terbaru yang dipublikasikan di The Lancet Psychiatry menemukan bahwa depresi berat berfluktuasi selama dan setelah persalinan. Prevalensi tertinggi terjadi dua minggu usai melahirkan.
>>> San Antonio Spurs Kalahkan New York Knicks 115-111 di Final NBA
Peneliti dari University of Queensland menggunakan data dari 780 studi yang mencakup lebih dari dua juta perempuan di 90 negara.
Profesor Alize Ferrari dari School of Public Health mengatakan mereka meneliti periode dari konsepsi hingga 12 bulan setelah melahirkan.
"Secara global, depresi berat berdampak pada sekitar 4,3 persen perempuan dan anak perempuan dalam populasi umum.
Namun, prevalensinya meningkat menjadi 6,2 persen selama kehamilan dan 6,8 persen dalam 12 bulan setelah melahirkan," ujar Ferrari.
Hasil penelitian ini menyoroti perlunya skrining dan intervensi dini untuk depresi selama periode peripartum.
Hal ini terutama penting dalam kunjungan perawatan antenatal dengan dokter kandungan, bidan, dan dokter umum, serta pemeriksaan kesehatan pasca persalinan.
Studi juga menemukan variabilitas signifikan antar wilayah.
Prevalensi depresi berat tertinggi di Afrika sub-Sahara bagian selatan dan Asia selatan, sedangkan terendah di daerah berpenghasilan tinggi Asia Pasifik.
Rekan peneliti Dr. Paul Miller mengatakan perbedaan regional dapat disebabkan oleh variasi metodologi, faktor risiko psikososial, akses layanan kesehatan, hambatan perawatan, dan faktor budaya.
>>> Spanyol Gulung Peru 3-1 dalam Laga Persahabatan Jelang Piala Dunia
"Cara keluarga, komunitas, dan sistem kesehatan mendukung ibu selama kehamilan dan setelahnya berbeda antar negara, dan ini memengaruhi kesehatan mental mereka," ungkap Miller.
Update Terbaru
Cara agar Otak Menua dengan Sehat Menurut Ahli Neurologi, Bukan Diet
Jumat / 24-07-2026, 23:00 WIB
Piala AFF 2026: Pembuktian Nadeo Argawinata sebagai Kiper Utama Timnas Indonesia
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Lee Min-ho Kembali Jadi Aktor Korea Terfavorit di Mata Penggemar Global
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Penumpang Alphard Penerobos Pelican Crossing HI Ternyata Anggota Polda Jabar
Jumat / 24-07-2026, 22:59 WIB
Persija Hormati Sanksi KFA untuk Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Hasil Piala AFF: Vietnam ke Puncak usai Bantai Timor Leste 7-0
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Speedboat Bawa 11 Wisatawan Asing Hilang Kontak di Perairan Gorontalo
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Fallout Co-Creator: Morrowind di Xbox Ubah Standar RPG Konsol
Jumat / 24-07-2026, 22:58 WIB
Facebook Luncurkan Lencana 'Facebook Verified' Gratis untuk Lawan AI Palsu
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
Jumat / 24-07-2026, 22:49 WIB
Game Freak Bawa Interaksi Anjing ke Level Baru di Beast of Reincarnation
Jumat / 24-07-2026, 22:44 WIB
Bos Amazon Games: Harga Konsol dan Steam Machine di Atas $1.000 Dorong Minat ke Cloud Gaming
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Video Promo Film Anime The Ribbon Hero Soroti Ikatan Pine dan Safir
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB
Jensen Huang Posting Pertama di X, Dukung Model AI Terbuka
Jumat / 24-07-2026, 22:43 WIB







