Situasi ini memicu kekhawatiran terkait melemahnya daya beli domestik yang dapat membuat ekonomi China semakin rentan terhadap fluktuasi global.

Pemerintah China pun dihadapkan pada desakan internasional untuk memperkuat konsumsi dalam negeri.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan terbaru menyebutkan bahwa hampir 60 persen perluasan pangsa pasar korporasi China dipicu oleh subsidi.

Sementara itu, analisis Federal Reserve AS menunjukkan surplus perdagangan China terhadap PDB global kini di atas 1 persen, melampaui rekor Jepang dan Jerman pada akhir abad ke-20.

Dialog antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada bulan lalu berhasil meredakan tensi politik, namun belum membuahkan kesepakatan krusial terkait tarif dagang maupun resolusi konflik Iran.

>>> IHSG Naik ke 5.404,66, Saham Perbankan Besar Bangkit

Secara keseluruhan, akumulasi surplus perdagangan China pada Mei 2026 menembus US$ 105,43 miliar, meningkat dari US$ 84,8 miliar pada April dan melampaui proyeksi pasar sebesar US$ 92,1 miliar.