Dua galaksi kerdil tetangga Bimasakti, Awan Magellan Besar (LMC) dan Awan Magellan Kecil (SMC), kini mengalami ketegangan kosmik.

SMC dilaporkan mulai hancur akibat tarikan gravitasi kuat dari saudaranya yang jauh lebih besar.

>>> Google Sewa Infrastruktur AI SpaceX Rp14,9 Triliun per Bulan

Sebelumnya, para astronom meyakini gaya gravitasi Bimasakti menjadi satu-satunya pemicu eksternal yang merusak struktur kedua galaksi kerdil itu.

Kerusakan tersebut bahkan merobek aliran gas raksasa yang dikenal sebagai Aliran Magellan.

Namun, data terbaru dari Teleskop VISTA milik Observatorium Selatan Eropa (ESO) di Cile membuktikan hal lain. LMC ternyata ikut andil dalam merusak bentuk SMC.

Pergerakan Bintang Terdeteksi

Teleskop VISTA telah memetakan pergerakan jutaan bintang secara mendetail selama 11 tahun terakhir.

Melalui pancaran inframerah yang mampu menembus debu tebal antariksa, hasil pengamatan ini di luar dugaan para ilmuwan.

"Saat pertama kali melihat hasilnya, saya kagum dengan kualitas pergerakan bintang yang terukur," ujar Florian Niederhofer dari Institut Astrofisika Potsdam Leibniz (AIP) Jerman.

Ia menambahkan bahwa kombinasi pengamatan selama lebih dari satu dekade berhasil memetakan pergerakan internal SMC dengan detail luar biasa.

>>> NASA Siap Umumkan Empat Astronot untuk Misi Artemis 3 pada 9 Juni

Sebelumnya, pergerakan bintang di dalam SMC diasumsikan sebagai rotasi galaksi yang normal.

Data VISTA justru menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut bergerak secara massal keluar dari inti galaksi dengan kecepatan rata-rata 17 kilometer per detik.

Arah pergerakan ini membentuk poros lurus yang mengarah tepat ke LMC. Fenomena tersebut menjadi bukti kuat bahwa gaya pasang surut gravitasi LMC tengah meregangkan dan mencerai-beraikan SMC.

"Hasil ini mengungkap adanya ekspansi pasang surut skala besar di seluruh SMC dan mematahkan asumsi lama bahwa Awan Magellan Kecil berperilaku seperti cakram yang berputar," kata Sreepriya Vijayasree, penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Astrophysics.

Menurut Sreepriya, pergerakan internal bintang di SMC tidak didominasi oleh rotasi yang teratur, melainkan oleh gangguan gravitasi akibat pertemuan berulang dengan LMC selama miliaran tahun.

Simulasi di masa depan menunjukkan bahwa kedua galaksi kerdil ini ditakdirkan untuk menyatu dengan Bimasakti dalam beberapa miliar tahun ke depan.

>>> OpenAI Rombak ChatGPT Jadi Super App, Fokus pada Fitur Coding

Namun hingga waktu itu tiba, LMC diprediksi akan terus merobek dan mengambil bintang-bintang dari saudaranya yang lebih kecil.