Hal ini kemungkinan akan menekan harga Bitcoin lebih dalam dalam jangka pendek.

Belajar dari Sejarah

Dalam sejarahnya, Bitcoin pernah mengalami penurunan terdalam hingga 83%.

Bahkan, penurunan di atas 60% tercatat pernah terjadi sebanyak tiga kali.

Jika menggunakan angka historis ini sebagai acuan, penurunan 60% dari harga tertinggi dapat membawa Bitcoin ke kisaran US$ 50.000.

Penurunan 80% dapat membawa harga ke kisaran US$ 25.000.

Meskipun awan mendung tengah menyelimuti pasar kripto, sejarah mencatat Bitcoin selalu berhasil bangkit ke level tertinggi baru setelah setiap fase penurunan tajam.

Meski begitu, tidak ada jaminan pola tersebut akan terulang kembali.

Bitcoin pertama kali diperkenalkan pada 2009 sebagai alternatif mata uang terdesentralisasi.

Sejak saat itu, aset ini telah melewati berbagai siklus bullish dan bearish yang ekstrem.

Karakteristik volatilitas tinggi menjadi ciri khas utama Bitcoin yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter global, regulasi pemerintah, hingga adopsi institusional.

>>> Ciputra Group Pacu Penjualan CitraLand Cirebon Lewat Klaster Berkonsep Danau

Fenomena penurunan harga yang terjadi saat ini merupakan bagian dari siklus pasar yang lumrah, di mana investor harus menyeimbangkan antara spekulasi jangka pendek dan kepercayaan terhadap nilai fundamental teknologi blockchain itu sendiri.