Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa, 9 Juni 2026.

Berdasarkan data dari Bloomberg Technoz, harga emas Antam ukuran satu gram dipatok sebesar Rp 2.733.000. Angka tersebut turun Rp 10.000 dibandingkan posisi hari sebelumnya.

>>> McDonald's Indonesia Luncurkan Kampanye FIFA World Cup 2026

Penurunan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback.

Antam menetapkan harga buyback di level Rp 2.527.000 per gram, atau berkurang Rp 13.000 dari hari sebelumnya.

Dipicu Koreksi Emas Global dan Lonjakan Harga Minyak

Pelemahan harga emas domestik sejalan dengan koreksi di pasar emas global.

Harga emas dunia di pasar spot ditutup melorot 0,3% ke posisi US$ 4.317,9 per troy ons.

Level tersebut menjadi yang terlemah sejak Desember tahun lalu. Emas juga resmi berada di posisi termurah sepanjang tahun ini.

>>> Ekowisata Arab Saudi Tembus Rekor Berkat Al Urumah Season

Faktor utama yang membebani emas adalah lonjakan harga minyak. Minyak jenis brent ditutup menguat 1,21% menuju US$ 94,22 per barel.

Tingginya harga energi memaksa bank sentral di berbagai negara untuk terus fokus meredam inflasi. Situasi ini mempersulit peluang pelonggaran kebijakan moneter melalui pemotongan suku bunga acuan.

Pasar bahkan mulai mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi. Kebijakan ketat ini berpotensi diambil oleh Federal Reserve AS.

Collin Martin, Head of Fixed Income Research and Strategy di Schwab Center, mengatakan bahwa suku bunga bisa saja naik sekarang karena inflasi yang tinggi dan bergerak ke arah yang salah.

>>> Ducati Indonesia Naikkan Harga Suku Cadang 20 Persen Imbas Rupiah Melemah

Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Keputusan memegang emas dinilai kurang menguntungkan di tengah periode suku bunga tinggi.