PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) memutuskan untuk menahan sisa laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp64,53 miliar sebagai modal kerja.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (5/6/2026).

>>> Harga Emas Antam Naik Rp 5.000 Per Gram pada 8 Juni 2026

Perseroan membukukan total laba bersih mencapai Rp65,53 miliar sepanjang tahun lalu. Dari jumlah tersebut, Rp1 miliar dialokasikan untuk dana cadangan perusahaan, dan sisanya ditempatkan sebagai laba ditahan.

Tujuan Penggunaan Modal Kerja

Direktur Utama IRRA, Heru Firdausi Syarif, menjelaskan bahwa penggunaan modal kerja tersebut bertujuan memperkuat likuiditas operasional.

Selain itu, dana ini akan membiayai pengembangan bisnis strategis dan mendukung agenda ekspansi perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

Manajemen IRRA juga menetapkan tiga langkah strategis pada 2026. Fokusnya adalah peningkatan kapasitas penjualan, perluasan kemitraan, serta penguatan produk dalam negeri.

Heru menambahkan bahwa kondisi industri saat ini menuntut perusahaan untuk bergerak lebih cepat.

>>> Belanda Taklukkan Uzbekistan 2-1 dalam Laga Uji Coba

Melalui strategi ini, manajemen ingin memastikan perseroan responsif terhadap peluang baru dan memiliki pondasi operasional yang siap menghadapi kebutuhan di lapangan.

Kinerja Penjualan 2025

Pertumbuhan profitabilitas IRRA ditopang oleh catatan penjualan bersih senilai Rp1,1 triliun pada 2025. Angka ini meningkat 12,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Segmen Diagnostik In Vitro menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp693,48 miliar.

Disusul Alat Kesehatan Elektromedik Steril sebesar Rp347,94 miliar, Alat Kesehatan Non-Elektromedik Rp52,88 miliar, dan produk penunjang Rp5,91 miliar.

>>> Kalender Jawa Online 9 Juni 2026: Weton Selasa Pahing dan Wuku Sungsang

Selain menetapkan penahanan laba, RUPST juga menyetujui pemindahan lokasi kantor pusat operasional perusahaan ke ITS Tower Lantai 21 di Jakarta Selatan.