Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 5.000 per gram pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data dari Investasi, harga emas Antam kini berada di level Rp 2.743.000 per gram. Sebelumnya, harga bertahan di Rp 2.738.000 per gram.

>>> Belanda Taklukkan Uzbekistan 2-1 dalam Laga Uji Coba

Nilai pembelian kembali atau buyback oleh Logam Mulia juga ikut naik Rp 9.000 per gram.

Buyback yang sebelumnya Rp 2.531.000 per gram kini menjadi Rp 2.540.000 per gram.

Kenaikan ini membuat selisih atau spread antara harga jual dan buyback semakin tebal. Saat ini, spread mencapai Rp 203.000 per gram.

Dampak Spread bagi Investor

Spread yang lebar memengaruhi potensi keuntungan dan kerugian investor. Hal ini sangat bergantung pada momentum pembelian emas di masa lalu.

Sebagai contoh, investor yang membeli emas pada 1 Juni 2026 di harga Rp 2.799.000 per gram akan mengalami kerugian 9,25% jika menjual pada 8 Juni 2026.

>>> Kalender Jawa Online 9 Juni 2026: Weton Selasa Pahing dan Wuku Sungsang

Sementara itu, pembelian pada 8 Desember 2024 di harga Rp 1.508.000 per gram memberikan keuntungan 68,44%.

Antam menerapkan dua skema harga: harga jual saat pembelian dan harga buyback saat penjualan.

Investor yang membeli emas hari ini seharga Rp 2.743.000 per gram akan langsung menghadapi koreksi jika menjual di hari yang sama, karena buyback hanya Rp 2.540.000 per gram.

Perbedaan harga ini penting dipahami oleh calon investor emas batangan. Ketidakcermatan dalam memantau margin harga dapat mengacaukan kalkulasi profit dan rugi.

>>> Michael Olise Cetak Hattrick, Perancis Kalahkan Irlandia Utara 3-1

Dengan spread yang lebar, investasi emas batangan hanya cocok untuk strategi jangka panjang. Dalam jangka panjang, kenaikan harga emas diharapkan mampu menutup spread dan menghasilkan keuntungan bersih.