Pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi baru guna mempertahankan daya beli masyarakat.

Langkah ini diambil menyusul tekanan nilai tukar rupiah yang menyentuh angka Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (8/6/2026).

>>> Syarat Lengkap Aktifkan DANA Cicil Agar Pengajuan Cepat Disetujui

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi rencana pemberian insentif tersebut. Ia menyampaikan hal itu setelah menghadiri acara pelantikan di Istana Negara.

Pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan dampaknya terhadap perekonomian nasional. "Kami monitor aja kalau rupiah," ujar Airlangga Hartarto.

Sejumlah opsi kebijakan kini sedang digodok untuk meredam dampak merosotnya nilai mata uang lokal. "Nanti kami bahas, mungkin untuk masyarakat dalam waktu dekat akan kami sampaikan," kata Airlangga.

>>> Persis Solo Putus Kerja Sama dengan Milomir Seslija Jelang Musim Baru

Potensi penurunan daya beli masyarakat akibat gejolak ekonomi menjadi pertimbangan utama. "Iya," ujar Airlangga saat dikonfirmasi mengenai kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat.

Pembahasan Stimulus dan IFC

Pembahasan mendalam mengenai insentif ekonomi ini dijadwalkan berlangsung dalam rapat koordinasi pemerintah pada pekan ini. "Akan dirapatkan minggu ini," kata Airlangga Hartarto.

Formulasi stimulus ekonomi akan melibatkan kementerian terkait. "Nanti dirapatkan di Menko Pangan," ujar Airlangga.

>>> Donny Warmerdam Tinggalkan PSIM Yogyakarta, Kembali ke De Graafschap

Selain stimulus, instrumen penguatan sektor keuangan nasional melalui proyek Indonesia Financial Center (IFC) juga terus dimatangkan. "IFC kita juga sedang dimonitor dan dipersiapkan," tandas Airlangga.