Di sisi lain, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan diklaim tidak merosot tajam. Kebiasaan berkumpul yang melekat pada masyarakat Indonesia membuat mal tetap menjadi salah satu destinasi utama.

Tekanan pada daya beli masyarakat diakui membuat pertumbuhan omzet ritel tidak sejalan dengan penambahan jumlah mal atau masuknya merek baru.

Industri ritel juga menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk imbas dari kenaikan biaya operasional.

Meskipun beban operasional meningkat, pengelola pusat perbelanjaan tidak dapat menaikkan harga sewa kepada penyewa atau tenant secara mendadak.

Hal ini disebabkan oleh kondisi penjualan yang saat ini masih berada dalam fase low season.

Penyesuaian harga sewa untuk tenant umumnya hanya diterapkan sekali dalam setahun. Adapun besaran kenaikan tarif tersebut biasanya berkisar antara 5%–10% dengan mempertimbangkan berbagai faktor penentu.

>>> Divock Origi Pensiun di Usia 31 Tahun, Ucapkan Misi Selesai

"Service charge biasanya dinaikkan di awal tahun karena ada kenaikan upah minimum, kemudian inflasi di 2025 itu semua menjadi faktor perhitungan untuk kenaikan," tutupnya.