Shin Tae-yong secara resmi menerima tawaran untuk menjadi pelatih Persija Jakarta. Juru taktik asal Korea Selatan itu membeberkan alasan di balik keputusannya.

Reputasi besar Persija Jakarta menjadi daya tarik utama bagi mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.

>>> Amartha Luncurkan ICFH untuk Perkuat Kesehatan Finansial Komunitas Akar Rumput

Ia mengaku sudah sangat familier dengan atmosfer sepak bola Indonesia setelah lima tahun menukangi skuad Garuda.

Kedekatan emosional juga menjadi faktor penting.

Selama periode 2020 hingga 2025, Shin Tae-yong memilih menetap di Jakarta, sehingga ia mengenal seluk-beluk Persija dan basis pendukungnya, The Jakmania.

Faktor Stadion dan Infrastruktur

Kondisi infrastruktur di ibu kota bukan hal baru baginya. Shin Tae-yong sudah sangat akrab dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Jakarta International Stadium (JIS).

>>> Timnas Indonesia Berpeluang Dongkrak Ranking FIFA Saat Hadapi Mozambik

"Sebelumnya memang melatih Timnas Indonesia selama lima tahun, jadi sangat mengenal stadion di Jakarta, seperti SUGBK dan JIS," ujarnya dalam konferensi pers di JIS, Senin (8/6/2026).

"Jadi saya paling mengenal Persija. Dan waktu itu saya merasakan juga tim Persija adalah tim terbaik di Indonesia," jelasnya.

Meski demikian, Shin Tae-yong tetap menghormati persaingan di kompetisi domestik. Ia menyadari kekuatan klub-klub pesaing seperti Persib Bandung, Borneo FC, dan Bali United.

Faktor lain yang memantapkan hatinya adalah komunikasi intens dengan manajemen Persija. Keselarasan visi untuk membangun skuad yang lebih kompetitif menjadi pendorong utama.

>>> Kepala BGN Bagi Tugas Dua Wakil Baru untuk Efisiensi Anggaran

"Tetapi dengan adanya meeting dengan pihak Persija, jadi ingin menantang di Super League Indonesia, mau itu secara prestasi maupun sistem, dan ingin membantu juga, serta ingin mengembangkan lebih lagi perkembangan sepak bola Indonesia," terang Shin Tae-yong.