Bank Agresif Borong SBN Rp 1.216 Triliun di Tengah Risiko Global
Perbankan masih agresif menempatkan dana pada Surat Berharga Negara (SBN) di tengah ketidakpastian global yang meninggi. Imbal hasil instrumen ini dinilai tetap menarik bagi industri keuangan.
Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menunjukkan kepemilikan bank pada SBN mencapai Rp 1.216,03 triliun per 4 Juni 2026.
>>> Telkom Sepakati Pembagian Dividen Rp 21,9 Triliun Melalui RUPST
Angka ini melonjak 5,09% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1.157,09 triliun.
Di sisi lain, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran kredit perbankan hingga April 2026 tetap tumbuh positif.
Nilai pembiayaan menyentuh Rp 8.755 triliun atau naik 9,98% secara tahunan, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 9,49%.
Alasan Bank Genjot Investasi SBN
Chief Economist BTN Myrdal Gunarto memandang penambahan dana perbankan pada surat utang negara sebagai hal lumrah.
Situasi ini dipicu oleh tingginya imbal hasil SBN dan meningkatnya risiko di sektor riil.
Selisih antara yield SBN dan biaya dana bank saat ini semakin memikat.
Sebaliknya, tekanan global berupa pelemahan kurs rupiah, lonjakan harga minyak, hingga ketegangan geopolitik menaikkan risiko kredit sektor riil.
"Bank akhirnya memberikan alokasi yang lebih besar ke investasi surat utang negara maupun SRBI, terutama untuk tenor pendek, karena mereka ingin mengoptimalkan return dengan risiko serendah mungkin," ujar Myrdal.
Langkah taktis ini banyak diterapkan oleh bank kelompok menengah, meliputi bank buku 1, buku 2, hingga sebagian buku 3.
Mereka mulai memperbesar porsi penempatan pada instrumen keuangan yang lebih aman.
Kendati demikian, Myrdal menegaskan tren tersebut tidak mengindikasikan pelemahan fungsi intermediasi perbankan. Indikatornya terlihat dari pertumbuhan kredit industri yang bertahan di kisaran 10% secara tahunan.
Update Terbaru
Lamine Yamal dan Haaland Jadi Pemain Termahal Dunia Versi Transfermarkt
Jumat / 24-07-2026, 07:36 WIB
Menhan Baru Inggris Tegaskan Israel Lakukan Kejahatan Perang
Jumat / 24-07-2026, 07:36 WIB
Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia Hari Ini
Jumat / 24-07-2026, 07:36 WIB
Enzo Fernandez Bertekad Bela Argentina Usai Kalah di Final Piala Dunia 2026
Jumat / 24-07-2026, 07:35 WIB
Bahaya Duduk Sambil Menyilangkan Kaki, Tak Hanya Nyeri Otot
Jumat / 24-07-2026, 07:34 WIB
Prabowo Yakin PDIP Akhirnya Akan Bersama Membela Bangsa
Jumat / 24-07-2026, 07:34 WIB
Menteri PU Ungkap Daftar Jalan Tol yang Siap Jadi Landasan Darurat Pesawat Tempur
Jumat / 24-07-2026, 07:34 WIB
Jadwal 4 Wakil Indonesia di Perempat Final China Open 2026
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Trump Ancam Luncurkan Serangan Terbesar ke Iran: Kami Sudah Siap
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Film Terbaru Lee Chang-dong 'Possible Love' Bersaing di Festival Film Venesia
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Gempa M 5,4 Guncang Perairan Pulau Terluar Enggano
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Zulhas Pastikan Agrinas Bayar Cicilan Kopdes ke Bank BUMN Tepat Waktu
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Eksepsi Dikabulkan, Perkara Dokter Tifa Kasus Ijazah Jokowi Tak Lanjut
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB
Prabowo Berantas Kebocoran Anggaran Negara Capai 30 Persen
Jumat / 24-07-2026, 07:31 WIB







