Keinginan manusia terhadap materi sering kali tidak memiliki batas di tengah kehidupan modern yang kompetitif.

Setiap kali sebuah target atau impian berhasil diwujudkan, tujuan baru yang lain akan langsung muncul.

>>> XLSMART: Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Kinerja Perusahaan

Kecenderungan psikologis tersebut dinilai selaras dengan gambaran dari Rasulullah SAW melalui sebuah hadits. Hal itu dikutip dari Cahaya berdasarkan riwayat dari Imam Bukhari.

Rasulullah bersabda: "Seandainya anak Adam memiliki satu lembah berisi emas, niscaya ia akan menginginkan dua lembah. Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah.

Dan Allah menerima taubat orang yang bertaubat." (HR Bukhari No. 6439)

Melalui perumpamaan yang kuat, hadits tersebut mengungkap tabiat manusia yang ingin terus menambah kekayaan tanpa rasa puas.

Seseorang yang telah memiliki satu lembah emas digambarkan bakal tetap mengharapkan lembah berikutnya.

Pesan di dalam hadits ini bukan bermaksud melarang umat Islam untuk bekerja keras atau mencari rezeki. Islam tetap mendorong umatnya untuk berikhtiar mendapatkan kehidupan yang baik.

"Pesan yang ingin disampaikan bukanlah larangan untuk bekerja keras atau mencari rezeki. Islam justru mendorong umatnya untuk berikhtiar dan meraih kehidupan yang baik.

Namun, Islam mengingatkan agar harta tidak berubah menjadi tujuan hidup yang menguasai hati," kata Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ahsanul Falihin.

Persoalan utama sering kali bukan pada jumlah materi yang dimiliki, melainkan hilangnya rasa cukup. Hati yang dikuasai ketamakan akan selalu merasa kekurangan berapa pun harta yang diperoleh.

Sebaliknya, ketenangan hidup dapat dirasakan walau dalam kesederhanaan saat seseorang memiliki sifat qanaah. Sifat ini merujuk pada sikap merasa cukup atas segala karunia dari Allah.