PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) memproyeksikan Piala Dunia 2026 belum akan mendongkrak kinerja perseroan secara signifikan pada tahun ini.

Manajemen menilai ajang olahraga terbesar di dunia itu memang berpotensi meningkatkan aktivitas digital pelanggan untuk mengakses konten media.

>>> Shin Tae-yong Resmi Latih Persija Jakarta Musim Depan

Namun, dampaknya terbatas karena sebagian besar pertandingan berlangsung pada dini hari waktu Indonesia dan disiarkan melalui televisi.

Perusahaan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren ini lebih mengandalkan pertumbuhan konsumsi data, perbaikan kualitas pelanggan, serta kenaikan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) sebagai mesin pertumbuhan utama.

Kontribusi Piala Dunia Belum Material

Group Head Corporate Communication & Sustainability XLSMART Reza Mirza memaparkan bahwa kontribusi dari turnamen sepak bola tersebut belum terlihat secara material terhadap pembukuan perseroan.

"Kami belum melihat adanya kontribusi material yang secara khusus dapat dikaitkan dengan momentum tersebut terhadap kinerja perusahaan," ujar Reza Mirza.

>>> Cara Berobat Pakai BPJS Kesehatan di Luar Kota Tanpa Pindah Faskes

Operator telekomunikasi ini mencatat pertumbuhan pendapatan pada kuartal I/2026 berada di atas rata-rata industri nasional. Perseroan memproyeksikan pertumbuhan tahunan yang sejalan dengan perkembangan pasar.

"Untuk 2026 kami memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang sejalan dengan pertumbuhan industri, dengan pertumbuhan EBITDA sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan revenue," imbuh Reza Mirza.

Langkah strategis emiten saat ini difokuskan pada peningkatan pengalaman pelanggan melalui penguatan kualitas jaringan, modernisasi infrastruktur pascamerger, serta perluasan layanan XL Ultra 5G+ di puluhan kota.

"Kami melihat tren trafik data yang terus bertumbuh dan kualitas basis pelanggan yang semakin baik, yang menjadi fondasi positif bagi pertumbuhan ARPU ke depan," kata Reza Mirza.

>>> Gerai Tiffany & Co Plaza Indonesia Kembali Beroperasi Setelah Bayar Denda Rp 97,49 Miliar

Perseroan juga menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas layanan di tengah lonjakan trafik data, kebutuhan spektrum frekuensi yang memadai untuk teknologi 5G, serta keseimbangan investasi jaringan dengan efisiensi operasional.